Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Prancis, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian kunjungan resmi kenegaraan yang telah direncanakan sejak tahun lalu.

>>> Pemerintah Luncurkan Program Magang Nasional Batch IV Juli 2026 dengan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Penyambutan dan Agenda Awal

Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, Jean-Pierre Farandou, menyambut langsung Kepala Negara bersama regu jajar kehormatan.

Penyambutan diplomatik tertinggi ini diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa undangan kunjungan telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami penjadwalan ulang.

Misi Keagamaan dan Sosial

Sebelum agenda resmi, Presiden Prabowo akan melaksanakan salat Idul Adha dan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia (WNI) di Wisma KBRI Paris.

Ratusan WNI telah berkumpul di hotel tempat Presiden menginap sejak pagi untuk menyambut kedatangannya.

>>> IPA Convex 2026 Catat Komitmen Investasi Energi US$30 Miliar

Kerja Sama Strategis

Kunjungan ini membawa misi ekonomi signifikan yang diharapkan memperkuat ekonomi nasional dan posisi tawar Rupiah di pasar global.

Indonesia dan Prancis memiliki hubungan yang saling melengkapi dalam peta geopolitik global.

Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia di Eropa.

>>> Jacobo Ramon Pilih Bertahan di Como, Abaikan Opsi Kembali ke Real Madrid

Indonesia dipandang sebagai gerbang utama hubungan Eropa menuju Asia, sementara Prancis menjadi pintu masuk penting bagi Asia Tenggara menuju Eropa.