Netflix merilis film dokumenter baru berjudul "Shipwrecked: Nightmare at Sea" pada 10 Juli 2026 yang mengupas tragedi kapal pesiar Costa Concordia pada 13 Januari 2012.

Bencana tersebut menewaskan 32 orang dan berujung pada hukuman 16 tahun penjara bagi Kapten Francesco Schettino.

>>> Chicago Cubs Hadapi Cincinnati Reds di Seri Tiga Pertandingan Sebelum All-Star Break

Film dokumenter ini menggunakan rekaman kotak hitam, pengumuman kepada penumpang, dan kesaksian langsung dari para penyintas untuk mengungkap bagaimana kapal menyimpang dari jalurnya.

Kapal tersebut melakukan sail-by salute di dekat Pulau Giglio, Italia, lalu menabrak karang yang menyebabkan sobekan bawah air sepanjang 230 kaki.

Departemen Perlindungan Sipil Italia menyebut insiden ini sebagai kecelakaan kapal terburuk di era modern.

Perintah evakuasi yang tertunda dari kru jembatan mengubah evakuasi lebih dari 4.200 orang menjadi kekacauan.

Kesaksian Penumpang dan Kru

Nate Lukes, penumpang asal Alaska yang bersama keluarganya, menggambarkan kepanikan di kapal mewah itu mirip dengan adegan film "Titanic".

"Orang-orang melompat ke atas sekoci dan mendorong wanita serta anak-anak untuk bisa naik," kata Lukes.

Ia berusaha melindungi putrinya agar tidak terinjak oleh kerumunan yang berebut sekoci.

Manoj Singh, salah satu dari 180 koki di kapal, mengingat suara 1.000 piring pecah bersamaan saat tubrukan.

Saat ia mencoba mengambil tabungan dari kabinnya, petugas keamanan memerintahkannya untuk meninggalkan barang-barang demi keselamatan.

"Tidak ada yang lebih penting dari hidupmu," kata petugas itu kepada Singh.

Penumpang Stefania Vincenzi sedang merayakan ulang tahun ke-50 ibunya di ruang makan saat kapal menabrak karang.

Ibunya kembali ke kabin untuk mengambil jaket pelampung dan hilang; jenazahnya ditemukan dua tahun kemudian.