Bau amis pada daging kurban saat Iduladha sering dikeluhkan masyarakat. Ternyata, masalah ini bukan sekadar kebersihan biasa.

Pakar Teknologi Hasil Ternak IPB University, Dr Tuti Suryati, mengungkapkan bahwa aktivitas bakteri dan oksidasi lemak menjadi pemicu utama aroma tidak sedap tersebut.

>>> 7 Cara Meningkatkan IQ agar Lebih Cerdas Menurut Penelitian

Bakteri seperti Aeromonas, Enterococcus, Acinetobacter, Moraxella, Chromobacterium, dan Pseudomonas dapat berkembang pada daging yang terkontaminasi. Kontaminasi berasal dari sisa darah, peralatan kotor, atau tangan yang tidak higienis.

Cara Mengatasi Bau Amis

Menurunkan pH daging dengan bahan asam alami dapat menjadi solusi. Jeruk nipis, lemon, atau cuka efektif menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

Namun, penggunaan bahan asam harus bijak dan tidak berlebihan. Langkah ini tidak akan efektif jika daging sudah rusak parah.

Proses pencucian dengan air berlebihan justru memicu kerusakan lebih cepat. Air bebas mempercepat hidrolisis lemak dan oksidasi yang menghasilkan bau tidak sedap.

Rempah-rempah kaya antioksidan seperti bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar, kayu manis, pala, cengkeh, dan bunga lawang dianjurkan untuk mencegah oksidasi dan menyamarkan bau amis.

>>> Mengenal Sejarah Hari Ibu Internasional dan Perbedaannya dengan Versi Nasional

Untuk daging yang langsung dimasak, cuci dengan air mengalir, lalu masak hingga suhu internal 70–80°C selama 30–60 menit.

Tambahkan bumbu rempah.

Untuk penyimpanan, cuci daging dengan air mengalir, bilas air matang, keringkan dengan tisu, dinginkan di kulkas, lalu bekukan di freezer.

Cairkan perlahan di kulkas selama 24 jam sebelum digunakan.

Penanganan higienis sejak awal menjadi kunci utama. Pastikan darah keluar sempurna saat disembelih, alat potong bersih, dan distribusi cepat.

>>> 4 Rekomendasi Bedak Padat dengan Vitamin C untuk Wajah Cerah

“Pencegahan sejak awal melalui penanganan higienis dan pengolahan yang tepat tetap menjadi kunci menjaga kualitas daging kurban,” kata Dr Tuti Suryati.