Gelar "Pak Haji" di Indonesia Ternyata Warisan Kolonial Belanda
Di Indonesia, seseorang yang telah menunaikan ibadah haji kerap mendapat gelar Haji (laki-laki) atau Hajah (perempuan). Panggilan "Pak Haji" atau "Bu Haji" pun lazim digunakan.
Namun, kebiasaan ini ternyata bukan bagian dari syariat Islam atau aturan resmi Arab Saudi. Sejarah mencatat, gelar tersebut merupakan warisan masa kolonial Hindia Belanda.
>>> Tak Perlu ke Bali, Trans Luxury Hotel Surabaya Punya Beach Club Keren!
Asal Usul Gelar Haji di Masa Kolonial
Dua abad lalu, pergi haji tidak hanya dilihat dari sisi ibadah, tetapi juga politik.
Pemerintah kolonial khawatir jamaah haji yang pulang dari Tanah Suci menyebarkan ajaran baru yang memicu pemberontakan.
Pemikiran ini pertama muncul pada era Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada 1810-an. Daendels mewajibkan jamaah haji mengurus paspor khusus sebagai penanda.
Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stanford Raffles dalam bukunya History of Java (1817) juga mencurigai orang Jawa yang pulang haji.
Ia menilai mereka sok suci dan bisa menghasut rakyat.
Kebijakan politis haji baru diterapkan menyeluruh pada 1859 melalui aturan khusus. Aturan ini mengatur mekanisme penerimaan orang yang pulang haji.
>>> PLN Pulihkan Total Aliran Listrik di Provinsi Riau
Mereka harus melalui serangkaian ujian.
Jika lolos, mereka diwajibkan mencantumkan gelar haji dalam sapaan atau nama, serta mengenakan pakaian khas seperti jubah ihram dan sorban putih.
Latar belakang aturan ini adalah ketakutan pemerintah kolonial. Di abad ke-19, banyak pemberontakan dipelopori oleh jamaah haji, salah satunya Perang Jawa (1825–1830).
Dengan pencantuman gelar haji, pemerintah mudah mengawasi mereka. Jika terjadi pemberontakan, orang bergelar haji di suatu daerah langsung ditangkap.
Pemerintah kolonial tidak mengendurkan pengawasan ini hingga abad ke-20. Sayangnya, arus dekolonisasi pasca-kemerdekaan tidak menghilangkan panggilan politis tersebut.
>>> 5 Makanan Ini Diam-Diam Bikin Kolesterol Naik Menurut Ahli Gizi
Akibatnya, gelar haji tetap terwariskan lintas generasi di Indonesia hingga kini.
Update Terbaru
Heidi Klum Bela Pernikahan dengan Pria 17 Tahun Lebih Muda
Jumat / 10-07-2026, 21:24 WIB
Produksi CPO 2025 Capai 51,66 Juta Ton, Mentan Yakin Petani Rasakan Manfaat
Jumat / 10-07-2026, 21:21 WIB
Keluarga Korban Pembunuhan Mahasiswi di NTB Buka Sayembara Rp20 Juta
Jumat / 10-07-2026, 21:20 WIB
John Herdman Fokus Bangun Kebugaran Pemain Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Jumat / 10-07-2026, 21:20 WIB
Indonesia dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Industri, Bidik Investasi hingga Alih Teknologi
Jumat / 10-07-2026, 21:20 WIB
Eric Trump Kehilangan Lebih dari $600 Juta dari Investasi Kripto Ayahnya
Jumat / 10-07-2026, 21:04 WIB
Ancaman Penutupan Toko Digital PS3 dan Vita Picu Kekhawatiran Kolektor
Jumat / 10-07-2026, 21:04 WIB
Xbox Bantah Hanya Satu Orang di Texas yang Kerjakan Engine id Software
Jumat / 10-07-2026, 21:00 WIB
Kelompok Lingkungan Desak Trump Relisting Paus Abu-abu yang Terancam Punah
Jumat / 10-07-2026, 20:59 WIB
Protes di Benggala Barat Memanas Usai Kekerasan dan Penembakan oleh Polisi
Jumat / 10-07-2026, 20:59 WIB
Novel Epilog Mushoku Tensei: Redundant Reincarnation Berakhir di Volume 4
Jumat / 10-07-2026, 20:57 WIB
Blue Lock: Persaingan Terbesar Justru di Antara Sang Pencipta
Jumat / 10-07-2026, 20:57 WIB
BRIN Perluas Beasiswa dan Mobilitas Riset untuk Siapkan Talenta Nuklir
Jumat / 10-07-2026, 20:56 WIB
MMA Indonesia Q2 2026: 88% Konsumen Ikut Event Double-Date Sale
Jumat / 10-07-2026, 20:56 WIB







