Organisasi kehutanan Belanda, Staatsbosbeheer, mengumumkan rencana penutupan tujuh pusat pengunjung luar ruangan pada 5 Juli 2026.

Langkah ini diambil karena kerugian finansial yang berkelanjutan. Dana yang ada akan dialihkan ke tugas konservasi alam inti.

>>> AI Mayo Clinic Deteksi Kanker Pankreas 3 Tahun Sebelum Diagnosis, Begini Cara Kerja REDMOD

Pusat yang terkena dampak meliputi De Pelen, Almeerderhout, Oostvaardersplassen, Schoorlse Duinen, Sallandse Heuvelrug, Drents-Friese Wold, dan Boomkroonpad.

Secara kolektif, pusat-pusat ini menerima sekitar 1,3 juta pengunjung setiap tahun.

Pemotongan subsidi nasional pada tahun 2014 memaksa organisasi mendanai pusat-pusat ini secara internal. Akibatnya, defisit terus membengkak karena biaya staf dan pemeliharaan bangunan yang meningkat.

Penutupan akhir dijadwalkan pada 1 Januari 2027.

Namun, pusat Almeerderhout akan tutup lebih awal pada 26 Juli 2026 karena jumlah pengunjung yang rendah setelah layanan kateringnya pergi.

Dewan pekerja harus meninjau proposal dan memberikan saran pada 1 Oktober 2026 sebelum keputusan akhir diambil.

Staatsbosbeheer menyatakan bahwa layanan informasi publik akan beralih ke format digital yang terintegrasi ke dalam operasi lapangan sehari-hari.

Sebanyak 23 karyawan dan 350 relawan terkena dampak. Namun, organisasi memastikan tidak akan ada PHK paksa karena peran alternatif sedang dievaluasi.

Organisasi kehutanan negara menjelaskan pergeseran strategisnya menuju prioritas restorasi lingkungan di situs web resminya.

"Selama biaya pengelolaan alam lebih tinggi dari subsidi yang kami terima, prioritas kami adalah mengelola kawasan alam tersebut seoptimal mungkin," tulis Staatsbosbeheer.

Otoritas tersebut mencatat bahwa alokasi sumber daya harus selaras dengan tantangan ekologis yang mendesak dan target keberlanjutan nasional.

"Karena pengelolaan alam yang baik berkontribusi pada pemulihan keanekaragaman hayati dan solusi masalah nitrogen," tambah organisasi tersebut.