Kerusuhan meletus di sejumlah kota di Belanda pada Sabtu malam, 4 Juli 2026, setelah Maroko mengalahkan Kanada di Piala Dunia.

Dua polisi dan seorang petugas lalu lintas dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

>>> Kebangkitan Darts Kenya: Kemenangan Bersejarah dan Pengembangan Strategis

Menurut kepolisian, perayaan di lingkungan Schilderswijk, Den Haag, berubah menjadi kekerasan sekitar pukul 22.20 waktu setempat.

Para perusuh melemparkan kembang api, suar, batu, telur, dan botol kaca ke arah petugas.

Kerusuhan serupa juga terjadi di beberapa wilayah di Utrecht, seperti Lombok, Kanaleneiland, dan Overvecht.

Otoritas setempat menyebut para perusuh membakar benda-benda, menyebabkan kemacetan parah, dan melemparkan kembang api berat ke arah polisi.

>>> Frans Timmermans Akui Yakin Mampu Jadi PM Usai Kalah Pemilu

Kerusakan dan Tindakan Kepolisian

Di Kanaleneiland, sejumlah kendaraan hangus terbakar. Sementara itu, di Overvecht, sebuah mobil bersama hancur dan dua jendela halte bus pecah.

Transportasi umum di Overvecht dihentikan sementara atas perintah polisi. Polisi antihuru-hara juga membersihkan Kanaalstraat di Lombok sekitar pukul 23.00.

Sebelum kekerasan terjadi, ratusan penggemar Maroko berkumpul untuk merayakan kemenangan 3-0 atas Kanada di Houston. Kemenangan itu membawa Maroko melaju ke perempat final.

>>> DeMar DeRozan Dikabarkan Ingin Hengkang dari Sacramento Kings

Perayaan damai dilaporkan terjadi di bundaran Van Randwijcklaan di Amersfoort. Para penggemar membubarkan diri sekitar pukul 22.00 atas permintaan aparat.