Darts di Kenya mengalami kebangkitan profesional yang signifikan setelah bertahun-tahun mengalami penurunan. Kebangkitan ini didorong oleh organisasi pengembangan lokal dan pencapaian bersejarah di panggung internasional.

Tiga tahun lalu, perusahaan pemasaran olahraga mulai mendirikan liga dan turnamen terstruktur untuk memformalkan dunia kompetisi.

>>> Frans Timmermans Akui Yakin Mampu Jadi PM Usai Kalah Pemilu

Momentum semakin cepat setelah dokter hewan David Munyua menjadi orang Kenya pertama yang lolos ke Kejuaraan Dunia Darts PDC di London tahun lalu.

Munyua meraih kemenangan bersejarah di babak pertama dengan mengalahkan unggulan ke-18 asal Belgia, Mike De Decker. Kemenangan itu menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.

"Ada tsunami besar setelah semua orang menonton Munyua bermain," kata Manpreet Kalsi, manajer umum mal berusia 42 tahun yang juga pemain peringkat teratas lokal.

"Orang-orang berpikir 'mereka bisa melakukannya, kenapa kami tidak?'" tambah Kalsi.

Pertumbuhan terlihat jelas di acara akar rumput seperti turnamen Match Play 2 di Jacaranda showground di Nakuru, yang baru-baru ini menarik 161 peserta nasional.

Peter Wachiuri memenangkan acara utama setelah mengalahkan James Kamama dengan mengenai double 10 di papan dart.

"Turnamen ini luar biasa dan semua pemain hebat," kata Wachiuri yang gembira dari panggung sebelum upacara penghargaan.

Wachiuri, yang dijuluki "Raja Kenya," sebelumnya meninggalkan pekerjaannya sebagai sopir truk untuk menekuni darts secara profesional setelah pertama kali menemukan olahraga ini di sebuah bar di Ngong.

Pada tahun 2024, Wachiuri nyaris lolos ke kualifikasi kejuaraan dunia hanya selisih milimeter selama kualifikasi Afrika yang diadakan di Nairobi.

Era Keemasan dan Kebangkitan Modern

Darts Kenya awalnya menikmati era keemasan pada tahun 1980-an dan 1990-an, didorong oleh siaran televisi nasional dari KBL Festival of Darts.