Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal, mengkritik keputusan pemerintah yang tidak mengirim delegasi resmi ke pemakaman Mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut Dino, Indonesia menjadi satu-satunya negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang absen mengirim perwakilan resmi.

>>> Indonesia Dituding Takut Amerika usai Tak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei

Banyak negara lain, termasuk negara-negara muslim, mengirim utusan setingkat menteri hingga kepala negara.

Melalui akun media sosialnya, Dino mengunggah daftar negara yang mengirim delegasi resmi, seperti Rusia, China, Pakistan, India, Turki, Malaysia, Bangladesh, Arab Saudi, Qatar, Oman, Kazakhstan, dan Mesir.

Nama Indonesia tidak tercantum.

"Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa pemerintah tidak memenuhi undangan untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei," ungkap Dino, dikutip Senin (6/7).

Ia mempertanyakan apakah kondisi ini menjadi pertanda memudarnya prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi landasan diplomasi Indonesia.

Menurut Dino, Indonesia seharusnya dapat mengirim minimal seorang pejabat tinggi, misalnya Wakil Menteri Luar Negeri bidang Dunia Islam, Anis Matta.

Indonesia juga tidak boleh melupakan hubungan baiknya dengan Iran.

"Bebas aktif adalah diplomasi berprinsip, bukan diplomasi sungkan," tegasnya.

>>> Trump Umumkan Folarin Balogun Bebas Hukuman di Piala Dunia 2026

Dino menilai kehadiran delegasi resmi seharusnya menjadi simbol persahabatan kedua negara sekaligus menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Diketahui, Indonesia hanya diwakili Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah Soemirat, untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

Khamenei tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Rangkaian pemakaman berlangsung pada 3-9 Juli 2026 di Iran. Media Iran menayangkan ribuan warga berbaju hitam memenuhi area Grand Mosalla.

Banyak di antara mereka terlihat menangis dan memukul dada sebagai tradisi berkabung dalam Islam Syiah.

Mereka juga mengibarkan bendera merah yang melambangkan tuntutan keadilan dan pembalasan atas kematian Khamenei.

Jenazah Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla, kemudian akan dibawa berkeliling ke sejumlah kota besar dan pusat suci Syiah.

Jenazahnya akhirnya akan dimakamkan di Mashhad.

>>> Netanyahu Klaim Israel Tetap Sekutu Terbaik AS, Bantah Ada Keretakan dengan Trump

Iran mengharapkan jutaan warga mengikuti prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan dan demonstrasi solidaritas nasional setelah perang yang mengguncang negara itu.