Cape Verde Paksa Argentina ke Extra Time di Piala Dunia
Tim nasional sepak bola Cape Verde memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan Argentina di babak gugur Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Miami itu harus dilanjutkan ke extra time setelah kedua tim bermain imbang di waktu normal.
>>> Manchester United Incar Gelandang Chelsea Andrey Santos
Cape Verde, yang baru pertama kali tampil di putaran final Piala Dunia, dua kali menyamakan kedudukan sebelum akhirnya pertandingan berakhir setelah dua setengah jam bermain.
Jalannya Pertandingan
Lionel Messi membuka keunggulan Argentina pada menit ke-29 memanfaatkan umpan dari Lisandro Martinez.
Namun, Cape Verde berhasil menyamakan skor pada menit ke-59 melalui gol yang dicetak setelah kerja sama Deroy Duarte dan Ryan Mendes.
Argentina kembali unggul dua menit memasuki babak perpanjangan waktu melalui gol Martinez.
Namun, bek kiri Trabzonspor berusia 23 tahun, Sidny Lopes Cabral, mencetak gol penyama kedua untuk Cape Verde pada menit ke-103 dengan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti.
Kiper Cape Verde, Vozinha, yang berusia 40 tahun, melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menahan gempuran Argentina.
Perjalanan Cape Verde di Grup
Sebelum menghadapi Argentina, Cape Verde melaju dari babak grup dengan meraih tiga hasil imbang beruntun.
>>> Jersey Timnas Norwegia Ludes Terjual Jelang Lawan Brasil di Piala Dunia
Mereka bermain imbang 0-0 melawan Spanyol, 2-2 melawan Uruguay, dan 0-0 melawan Arab Saudi.
Dalam laga melawan Uruguay, Cape Verde bahkan menggandakan jumlah tembakan tepat sasaran lawan. Sementara melawan Arab Saudi, mereka unggul ekspektasi gol 1,52 berbanding 0,4.
Komentar dan Kontroversi
Siaran pertandingan menuai kritik ketika komentator Jon Champion menggambarkan potensi kemenangan Cape Verde sebagai "seismic shock".
Frasa itu dianggap tidak sensitif mengingat konteks gempa bumi yang terjadi bersamaan di Venezuela, yang menewaskan ribuan orang.
Sebelum pertandingan, hening cipta dilakukan untuk menghormati para korban gempa.
Pertandingan ini juga memicu diskusi tentang komersialisasi sepak bola. Sejumlah kritik dilontarkan terkait perluasan turnamen di bawah kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.
>>> Iran dan Qatar Kembali Lakukan Perdagangan Maritim Setelah Vakum 5 Bulan
Penampilan impresif Sidny Lopes Cabral langsung memicu spekulasi transfer. Nilai pasarnya diperkirakan naik menjadi 3,5 juta poundsterling setelah turnamen.
Update Terbaru
Cristiano Ronaldo Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhirnya
Senin / 06-07-2026, 06:10 WIB
Paul Pelosi Terancam Kehilangan SIM Usai Dugaan Tabrak Lari
Senin / 06-07-2026, 06:10 WIB
Taruhan Rp6,4 Miliar untuk Putin Lengser pada 2026
Senin / 06-07-2026, 05:28 WIB
Jesse Eisenberg Bicara Soal Perkembangan Zombieland 3
Senin / 06-07-2026, 05:28 WIB
Endrick Terima Menit Bermain Terbatas di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 05:28 WIB
Inggris Hadapi Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia di Estadio Azteca
Senin / 06-07-2026, 05:22 WIB
Anaheim Ducks Perpanjang Kontrak Pavel Mintyukov dengan Kesepakatan Multi-Tahun
Senin / 06-07-2026, 05:22 WIB
China Kembangkan Prototipe EUV Lithography, ASML Hadapi Tekanan Ekspor
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Manchester United Incar Gelandang Chelsea Andrey Santos
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Jersey Timnas Norwegia Ludes Terjual Jelang Lawan Brasil di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Iran dan Qatar Kembali Lakukan Perdagangan Maritim Setelah Vakum 5 Bulan
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Haaland Cetak Rekor, Norwegia Kalahkan Pantai Gading di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 05:18 WIB
Cristiano Ronaldo: Ini Jadi Piala Dunia Terakhir Saya
Senin / 06-07-2026, 05:18 WIB







