China terus memajukan pengembangan prototipe extreme ultraviolet (EUV) lithography dalam negeri untuk menghindari hambatan perdagangan Barat.

Sementara itu, produsen peralatan asal Belanda, ASML Holding, menghadapi tekanan intensif dari pembatasan ekspor yang ketat per Juli 2026.

>>> Cape Verde Paksa Argentina ke Extra Time di Piala Dunia

Laporan pada Desember 2025 mengungkapkan bahwa para peneliti di Shenzhen secara diam-diam membangun prototipe EUV lithography.

Langkah ini merupakan langkah krusial menuju produksi chip canggih yang mandiri.

Namun, kesenjangan teknis yang substansial masih ada antara komponen China dan standar industri global.

Titik-titik kritis seperti sumber cahaya, cermin presisi, dan photoresist ultra-murni masih tertinggal.

Sumber cahaya EUV China saat ini hanya menghasilkan 100-150 watt, sementara standar industri mencapai 250-600 watt.

Tingkat refleksi cermin China baru 65 persen, sedangkan standar industri 70 persen.

Perusahaan domestik China sangat bergantung pada rekayasa hybrid dan perburuan bakat dari perusahaan seperti ASML dan Zeiss.

>>> Manchester United Incar Gelandang Chelsea Andrey Santos

Laboratorium di Shanghai Institute of Optics and Fine Mechanics dan Harbin Institute of Technology mencatat kemajuan penelitian, namun output daya masih terbatas.

Paul Triolo, kepala kebijakan teknologi Albright Stonebridge Group, mencatat bahwa perkembangan domestik menunjukkan prospek yang kurang pesimistis bagi upaya kemandirian Beijing.

Ia menyebut prototipe EUV telah 'selesai' selama hampir dua tahun.

Sebaliknya, banyak analis industri semikonduktor berpendapat bahwa terobosan China berasal dari menghindari pembatasan ekspor yang ada, bukan inovasi teknologi organik.

Dan Hutcheson, wakil ketua TechInsights, mengatakan, 'Semakin keras mereka (China) berlari, mereka hanya tetap di tempat.'

Garis waktu penelitian global juga menunjukkan bahwa mereplikasi ekosistem lithography komersial membutuhkan kerja sama multinasional selama puluhan tahun.

Di tengah perkembangan ini, ASML menghadapi volatilitas pasar dan pengawasan atas kemungkinan pengiriman alat ke China, yang dibantah keras oleh perusahaan.

>>> Jersey Timnas Norwegia Ludes Terjual Jelang Lawan Brasil di Piala Dunia

Analisis keuangan dari Simply Wall St menunjukkan bahwa ASML mungkin dinilai terlalu tinggi karena aturan ekspor yang lebih ketat dan pesanan generasi berikutnya yang tertunda memperlambat pengiriman peralatan.