Perdagangan maritim antara Iran dan Qatar telah kembali berlanjut setelah ditangguhkan selama kurang lebih lima bulan.

Pernyataan itu disampaikan atase perdagangan Iran di Doha, Abbas Abdolkhani, kepada media pemerintah pada Minggu (5/7).

>>> Haaland Cetak Rekor, Norwegia Kalahkan Pantai Gading di Piala Dunia

Kesepakatan sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani bulan lalu mengumumkan berakhirnya permusuhan setelah konflik selama empat bulan.

Keduanya juga sepakat mengembalikan lalu lintas maritim di Teluk pada kondisi sebelum perang, meski transit masuk dan keluar Teluk masih diperdebatkan.

Abdolkhani mengatakan pengiriman antara pelabuhan Dayyer Iran dan pelabuhan Al Ruwais Qatar telah kembali berlanjut setelah koordinasi antara kedutaan Iran di Doha dan otoritas Qatar.

>>> Cristiano Ronaldo: Ini Jadi Piala Dunia Terakhir Saya

Kedua pelabuhan yang secara geografis berlawanan ini terutama melayani perdagangan regional. Pelabuhan Dayyer beberapa kali terkena serangan selama perang.

Pada akhir Juni, seorang pejabat dari Organisasi Promosi Perdagangan Iran mengatakan kepada media pemerintah bahwa barang-barang Iran akhirnya diproses di Pelabuhan Jebel Ali Uni Emirat Arab, pelabuhan terbesar di kawasan itu.

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Haaland 2 Gol, Norwegia Singkirkan Brasil

Hal ini menunjukkan kembalinya perdagangan secara bertahap antara kedua sisi Teluk.