Keputusan Indonesia tidak mengirim delegasi resmi ke rangkaian pemakaman Mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuai kritik.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai langkah itu menunjukkan ketakutan terhadap Amerika Serikat.

>>> Trump Umumkan Folarin Balogun Bebas Hukuman di Piala Dunia 2026

Menurut Dino, hanya Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah Soemirat, yang hadir dalam prosesi penghormatan terakhir di Grand Mosalla, Teheran.

Sementara itu, berbagai negara lain mengirim utusan resmi dari tingkat menteri hingga kepala negara.

Dino mempertanyakan konsistensi politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Ia menduga pemerintah tidak fleksibel dalam menjalankan prinsip tersebut.

"Apakah ini berarti polugri bebas aktif kita mulai luntur karena pemerintah takut atau sungkan terhadap Amerika? Has fear become a factor in our foreign policy?"

ujar Dino, Senin (6/7).

Iran disebut telah mengundang Indonesia untuk mengirim delegasi resmi, namun undangan itu tidak ditanggapi.

Dino menilai hal ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah menghindari momentum diplomatik sensitif di tengah ketegangan AS-Iran.

Ia juga membuka kemungkinan bahwa persoalan ini bukan semata faktor politik luar negeri, melainkan akibat lemahnya tata kelola pengambilan keputusan.

>>> Netanyahu Klaim Israel Tetap Sekutu Terbaik AS, Bantah Ada Keretakan dengan Trump

"Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang bermasalah, sebagaimana biasanya surat undangan macet di berbagai meja," katanya.

Dino menyarankan setidaknya pemerintah dapat mengutus Wakil Menteri Luar Negeri bidang Dunia Islam, Anis Matta, jika tidak ingin mengirim pejabat setingkat menteri.

Ia mengingatkan bahwa politik bebas aktif harus diwujudkan dengan keberanian mengambil sikap.

"Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif, kita bersembunyi.

Bebas aktif adalah diplomasi berprinsip, bukan diplomasi sungkan," tegasnya.

Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Rangkaian pemakaman berlangsung pada 3-9 Juli 2026 di Iran.

Jenazah Khamenei masih disemayamkan di Grand Mosalla sebelum dibawa berkeliling ke sejumlah kota besar dan pusat suci Syiah.

Ia akan dimakamkan di Mashhad.

>>> Tiga Pemain Prancis Terancam Skorsing Jelang Lawan Maroko

Media Iran menayangkan ribuan warga berbaju hitam memenuhi area Grand Mosalla. Banyak yang menangis, memukul dada, dan mengibarkan bendera merah sebagai simbol tuntutan keadilan.