Dewan Kebijakan Dalam Negeri AS Kecam Museum Smithsonian karena Interpretasi Sejarah
Sebuah laporan dari Dewan Kebijakan Dalam Negeri Gedung Putih yang dirilis pada Hari Kemerdekaan AS mengkritik Museum Nasional Sejarah Amerika milik Smithsonian Institution.
Laporan setebal 162 halaman itu menuduh kepemimpinan museum mempromosikan aktivisme politik radikal yang merusak narasi tradisional tentang pendirian bangsa.
>>> Badai Petir Ancam New Jersey dengan Banjir Bandang Signifikan
Dokumen tersebut mengindikasikan bahwa Presiden Donald Trump mungkin bersiap mengganti tim kepemimpinan saat ini di institusi tersebut.
Tinjauan ini mengikuti perintah eksekutif yang dikeluarkan pada bulan Maret yang menargetkan pendanaan federal untuk program budaya yang dianggap mendorong ideologi yang memecah belah.
Tuduhan Penyimpangan dari Sejarah Objektif
Dewan tersebut berargumen bahwa museum telah beralih dari beasiswa sejarah yang objektif.
Menurut dokumen itu, institusi tersebut telah menganut kerangka ideologis yang memecah warga negara daripada menyatukan mereka di bawah warisan bersama.
"Smithsonian Institution, dan khususnya Museum Nasional Sejarah Amerika, di bawah kepemimpinan saat ini dan ideologi interpretatifnya, tidak dapat dipercaya untuk menceritakan kisah Amerika secara jujur dan dengan cara yang menginspirasi, menyatukan, dan layak bagi republik besar kita," demikian pernyataan Dewan Kebijakan Dalam Negeri.
Para pejabat administrasi menegaskan bahwa kepemimpinan museum secara eksplisit telah menjauh dari pendidikan tradisional.
Mereka berargumen bahwa presentasi saat ini dirancang untuk mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi-institusi fundamental Amerika.
"Seperti yang ditunjukkan laporan ini, dikonfirmasi oleh kata-kata pimpinan Museum, penangkapan ideologis ini telah menggeser misi Museum dari pendidikan dan beasiswa sejarah yang lugas menuju aktivisme politik ekstrem yang berusaha mengubah negara kita," tambah para penulis.
Laporan berjudul "Menyelamatkan Kisah Amerika: Bagaimana Penangkapan Ideologis di Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian Menghapus Warisan Kita" menyimpulkan bahwa pameran gagal menampilkan sejarah nasional secara jelas atau adil.
Update Terbaru
Taruhan Rp6,4 Miliar untuk Putin Lengser pada 2026
Senin / 06-07-2026, 05:28 WIB
Jesse Eisenberg Bicara Soal Perkembangan Zombieland 3
Senin / 06-07-2026, 05:28 WIB
Endrick Terima Menit Bermain Terbatas di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 05:28 WIB
Inggris Hadapi Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia di Estadio Azteca
Senin / 06-07-2026, 05:22 WIB
Anaheim Ducks Perpanjang Kontrak Pavel Mintyukov dengan Kesepakatan Multi-Tahun
Senin / 06-07-2026, 05:22 WIB
China Kembangkan Prototipe EUV Lithography, ASML Hadapi Tekanan Ekspor
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Cape Verde Paksa Argentina ke Extra Time di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Manchester United Incar Gelandang Chelsea Andrey Santos
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Jersey Timnas Norwegia Ludes Terjual Jelang Lawan Brasil di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Iran dan Qatar Kembali Lakukan Perdagangan Maritim Setelah Vakum 5 Bulan
Senin / 06-07-2026, 05:21 WIB
Haaland Cetak Rekor, Norwegia Kalahkan Pantai Gading di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 05:18 WIB
Cristiano Ronaldo: Ini Jadi Piala Dunia Terakhir Saya
Senin / 06-07-2026, 05:18 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Haaland 2 Gol, Norwegia Singkirkan Brasil
Senin / 06-07-2026, 05:18 WIB
Cara Nonton Inggris vs Meksiko di Piala Dunia 2026, Streaming Gratis
Senin / 06-07-2026, 05:15 WIB







