Dua jurnalis investigasi, Maggie Haberman dan Jonathan Swan, mengungkap detail baru tentang sentralisasi kekuasaan yang tinggi dan pengambilan keputusan cepat di dalam pemerintahan kedua Presiden Donald Trump.

Informasi tersebut disampaikan dalam wawancara yang disiarkan oleh PBS pada 2 Juli 2026.

>>> Algeria Hadapi Swiss di Babak 32 Besar Piala Dunia

Menurut penulis buku baru berjudul "Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump," administrasi saat ini beroperasi dengan struktur yang belum pernah terjadi sebelumnya dibandingkan dengan kepresidenan Amerika sebelumnya.

Hal ini didorong terutama oleh fokus ketat pada loyalitas selama masa transisi.

Laporan Langka dari Dalam Ruang Rapat

Haberman menjelaskan bahwa mendapatkan detail yang akurat membutuhkan upaya besar karena sangat sedikit laporan dari dalam ruang rapat yang muncul dari pemerintahan saat ini.

Hal ini membuat sulit untuk memverifikasi adegan-adegan spesifik.

"Saya pikir bagian dari mengapa buku ini beresonansi dengan orang-orang adalah karena sangat sedikit laporan dari dalam ruangan di pemerintahan ini.

Sangat sulit untuk mendapatkan detail yang kami dapatkan," kata Haberman, salah satu penulis buku.

Ia menambahkan bahwa masa jabatan kedua ini sangat berbeda dari masa pertama Trump.

Perseteruan internal yang konstan pada masa pertama telah digantikan oleh struktur pemerintahan yang sangat terkontrol, di mana orang luar sering kali tidak mendapat informasi.

>>> Kebakaran Hutan di Colorado Paksa Pembatalan Kembang Api 4 Juli

"Ini adalah Gedung Putih yang sangat berbeda. Loyalitas adalah karakteristik utama yang mereka cari dalam transisi," ujar Haberman.

Kekuasaan di Tangan Segelintir Orang

Haberman menggambarkan dinamika yang berubah di mana sekelompok kecil individu secara langsung memengaruhi arahan presiden, melewati saluran agensi tradisional.