Puluhan suporter Ghana berkumpul di Washington Square Park, Kansas City, pada Kamis (2/7/2026) untuk menunjukkan budaya tradisional Jama menjelang pertandingan Piala Dunia babak 32 besar melawan Kolombia.

Acara yang digagas oleh asosiasi Ghanaians in Greater Kansas City ini dihadiri keluarga, mahasiswa, dan pengunjung dari berbagai wilayah Midwest.

>>> Gelombang Panas AS Mustahil Terjadi Tanpa Krisis Iklim

Mereka berbagi makanan buatan sendiri, menari, dan menjalin kebersamaan sebelum laga Jumat malam.

Ketua Dewan Ghanaians in Greater Kansas City, Cobina Lartson, mengaku awalnya tidak terlalu memikirkan Piala Dunia. Namun setelah Ghana lolos, ia merasa bersemangat dan harus bekerja keras.

Lartson, yang sebelumnya tinggal di Colorado, menekankan bahwa sepak bola sangat penting bagi warga Ghana. "Sepak bola itu besar.

Pemain profesional kami bermain di Eropa, dan kami memiliki stadion di seluruh Ghana. Itu sudah mendarah daging," ujarnya.

Musik dan irama energik Jama menjadi sorotan utama bagi komunitas imigran di Midwest, yang biasanya lebih banyak bermukim di Pantai Timur.

Raymond Appiagyei, warga lokal yang pindah dari Washington D. C.

, mengaku sangat antusias.

"Anda bisa bayangkan tim kami lolos ke babak 32 besar dan datang ke tempat yang biasanya tidak pernah terpikirkan.

Ini momen spesial," katanya.

Appiagyei menambahkan bahwa nyanyian Jama memberikan dorongan emosional yang kuat. "Itu mengeluarkan sesuatu yang istimewa dari diri Anda.

>>> Ronald Koeman Mundur sebagai Pelatih Belanda Usai Tersingkir di Piala Dunia

Saat tumbuh dewasa, para gadis bernyanyi dan menyebut nama Anda sebelum pertandingan, dan Anda merasa bisa melakukan apa pun.

Jama seperti itu," jelasnya.

John Duker, pendiri klub sepak bola Kansas City Black Stars, menyebut kedatangan tim nasional Ghana sebagai pertemuan langka antara warisan dan kota tempat tinggalnya.