Serangan rudal dan drone Rusia menghantam Kyiv pada Kamis, menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai hampir 100 lainnya.

Pemerintah setempat menetapkan hari berkabung pada Jumat, 3 Juli 2026.

>>> Brad Dalke Cetak 69 di BMW International Open, Kembali ke Turnamen Ranking Dunia

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan 92 orang terluka.

Tim penyelamat masih membersihkan puing-puing dari bangunan yang rusak untuk hari kedua, sementara bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh ibu kota.

Menurut otoritas Kyiv, seorang gadis berusia 15 tahun dan orang tua dari seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang dirawat di rumah sakit masih hilang.

Serangan ini merupakan yang paling mematikan di ibu kota tahun ini.

Moskow menyebut serangan itu sebagai balasan atas operasi drone Ukraina. Lebih dari 100 bangunan tempat tinggal terkena dampak.

Reaksi Presiden Zelenskiy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidato malamnya pada Kamis mengatakan, "Rusia tidak memiliki argumen tersisa untuk perangnya selain rudal balistiknya."

>>> Pinjaman KTA Online Bunga Rendah 2026: Daftar Terbaik dan Cara Ajukan

Ia menekankan bahwa skala kehancuran di Kyiv hampir tidak ada presedennya dalam konflik lima tahun ini.

"Putin masih berniat 'menaklukkan' bangunan tempat tinggal daripada mengakhiri perang ini," ujar Zelenskiy.

Di luar ibu kota, serangan drone Rusia terpisah menghantam sebuah tempat tinggal di wilayah Sumy utara.

Kantor Kejaksaan Agung menyatakan serangan itu menewaskan empat orang, termasuk seorang wanita dan putrinya yang masih balita.

Kampanye udara Rusia yang intensif ini menyusul serangan drone Ukraina yang rutin menargetkan infrastruktur energi di wilayah Rusia.

>>> Siapa Anak dan Istri Michael Byrne? Sosok Aktor di Film Indiana Jones and the Last Crusade serta Harry Potter and the Deathly Hallows yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?

Reuters melaporkan bahwa operasi tersebut telah memicu krisis bahan bakar di Rusia, memaksa negara itu mengimpor bensin.