Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Kyiv pada Kamis, 2 Juli 2026, yang berlangsung selama 11 jam.

Serangan itu menewaskan sedikitnya 17 warga sipil dan melukai 86 orang lainnya.

>>> Starz Akuisisi Spinoff S.W.A.T. Exiles, Tayang September 2026

Lebih dari 20 lokasi di ibu kota Ukraina mengalami kerusakan parah, termasuk bangunan tempat tinggal, stasiun ambulans, dan sebuah hotel.

Angkatan udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia mengerahkan hampir 500 drone dan lebih dari 70 rudal dalam serangan terkoordinasi dari berbagai arah.

Meskipun pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat sebagian besar proyektil, sebanyak 33 rudal dan drone berhasil menembus dan menghantam infrastruktur sipil dan militer.

Layanan darurat mengerahkan 110 tim penyelamat ke 59 lokasi di Kyiv untuk memadamkan kebakaran dan mengevakuasi korban dari reruntuhan.

Sasaran regional di luar ibu kota meliputi lapangan udara militer, depot bahan bakar, dan kompleks energi di wilayah Dnipropetrovsk, Poltava, Cherkasy, dan Chernihiv.

Serangan besar-besaran ini menyusul kampanye aktif pasukan Ukraina di wilayah Rusia.

Pada malam sebelumnya, drone Ukraina menyerang salah satu kilang minyak terbesar Rusia di Kstovo, sebuah pos komando di Kharkiv, dan jembatan kereta api militer di atas Sungai Donets.

Rusia mengklaim telah menembak jatuh 327 drone Ukraina.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko memberikan rincian mengenai korban jiwa dan kerusakan melalui Telegram.

>>> Mantan Bos PlayStation: Sony Tak Bisa Ulang Kesuksesan PS2 karena Biaya Hardware

Ia menyebut bahwa sebuah bangunan tempat tinggal di distrik tenggara Darnytskyi mengalami kerusakan paling parah. "Kyiv diserang rudal balistik dan UAV," ujar Klitschko.

Ia kemudian menambahkan, "Malam yang mengerikan bagi Kyiv."