Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengantisipasi serangan multi-arah pada Rabu malam, mendorong warga untuk berlindung di stasiun metro dan tempat perlindungan sebelum sirine berbunyi.

"Kepala Rusia benar-benar menolak mengakhiri perang," kata Zelenskyy.

Ia menegaskan bahwa Ukraina telah menyatakan kesiapan untuk berdialog melalui berbagai saluran, namun Kremlin tetap fokus pada agresi regional.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penggunaan senjata presisi tinggi jarak jauh, dan menyebut operasi itu sebagai aksi balasan atas serangan Ukraina baru-baru ini terhadap infrastruktur di dalam perbatasan Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia akan terus meningkatkan tekanan terhadap rezim Kyiv.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha menyerukan respons internasional yang kuat. "Kami menuntut tindakan konkret untuk menghentikan teror Rusia," ujarnya.

Eskalasi militer ini mendorong negara-negara tetangga Eropa untuk mengambil langkah defensif.

>>> Wabah Norovirus di Kapal Ruby Princess, 125 Orang Sakit

Polandia mengerahkan jet tempur dan meningkatkan kewaspadaan pertahanan udara, sementara Finlandia memberlakukan zona larangan terbang di atas perairan timur Teluk Finlandia.