Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
Teknik ancang-ancang penalti dengan jeda langkah atau stutter yang selama ini dianggap efektif mulai dipertanyakan setelah sejumlah eksekutor gagal di Piala Dunia 2026.
Profesor psikologi sepak bola Geir Jordet mengungkapkan bahwa teknik stutter mampu meningkatkan tingkat keberhasilan penalti hingga 10 persen di Liga Premier Inggris.
>>> Trump Puji Erdogan Tak Ikut Campur Perang Iran-AS dan Dukung Teheran
Namun, tren itu tidak terlihat di Piala Dunia 2026.
Dari 11 penalti yang dieksekusi dengan teknik stutter sepanjang turnamen, enam di antaranya gagal berbuah gol.
Tingkat keberhasilan tersebut berada di bawah 50 persen, belum termasuk penalti Harry Kane yang harus diulang.
Kiper Makin Pintar Membaca Pola
Jordet menilai penurunan efektivitas ini tidak terlepas dari meningkatnya kemampuan kiper dalam membaca pola eksekusi penalti.
"Sebagian besar eksekutor penalti kelas dunia menggunakan teknik stutter. Hingga beberapa waktu lalu, para kiper kesulitan menghadapinya.
Kini mereka mulai menemukan cara untuk mengantisipasinya," kata Jordet kepada Sky Sports.
Menurut Jordet, banyak analis terlalu berfokus pada arah tendangan, padahal penalti stutter memiliki karakter berbeda.
>>> Tuchel: Jerman dan Belanda Tersingkir Bikin Inggris Tenang
Perdebatan mengenai efektivitas teknik ini kembali mencuat setelah Jerman dan Belanda tersingkir melalui adu penalti. Sejumlah eksekutor dari kedua tim menggunakan teknik stutter tetapi gagal.
Salah satu contoh paling menonjol adalah penampilan kiper Maroko, Bono, saat menghadapi Belanda. Bono dikenal sebagai spesialis adu penalti dengan catatan menggagalkan delapan dari 12 penalti terakhir.
Alih-alih terpancing bergerak lebih awal, Bono justru menggunakan gerakan tipuan untuk mengganggu konsentrasi penendang.
Strategi itu terbukti efektif saat menggagalkan penalti Justin Kluivert dan memberikan tekanan kepada Crysencio Summerville.
"Dia mampu memengaruhi pikiran eksekutor penalti dan menanamkan keraguan terhadap teknik yang mereka gunakan. Itu merupakan kemampuan luar biasa bagi seorang kiper," ujar Jordet.
Jordet mengungkapkan, Bono telah memperlihatkan kemampuan serupa saat menggagalkan penalti Erling Haaland pada 2021. Meski penalti saat itu harus diulang, Haaland kemudian mengubah pendekatan eksekusinya.
Bono juga pernah mematahkan penalti Ivan Toney di Saudi King's Cup. Setelah kegagalan itu, penyerang Inggris tersebut disebut mengubah gaya eksekusi penaltinya.
>>> Benda Diduga Mortir Ditemukan di Anjungan TMII, Gegana Evakuasi
Menurut Jordet, persaingan antara penendang dan kiper terus berkembang seiring meningkatnya analisis data dan penyebaran informasi.
Update Terbaru
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Remow's 'It's Anime' Tayangkan My Stepmother and Stepsisters Aren't Wicked di YouTube
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Krejcikova Singkirkan Andreeva di Wimbledon, Djokovic Hadapi Tsitsipas
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Bruins Rekrut Clifton dan Harris untuk Perkuat Lini Pertahanan
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Jett Harrison, Adik Marvin Harrison Jr., Resmi Bergabung dengan Ohio State
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton Berkat Suporter AS
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Hakim Persingkat Waktu Tanggapan Trump dalam Kasus Carroll
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
AS Tangkap Mantan Pejabat Kuba Carlos Antonio Lloga Dominguez
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS: Inflasi April 2026 Melandai ke 0,13%, Neraca Dagang Surplus USD 3,53 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB






