Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor aftersales otomotif.

Kenaikan harga suku cadang dan pelumas kendaraan di bengkel resmi pun dipicu oleh kondisi ini.

>>> Pemerintah Siapkan Subsidi 200.000 Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengakui tengah mengevaluasi harga spare part dan produk aftersales.

Langkah ini dilakukan secara berkala demi mempertahankan kualitas layanan dan ketersediaan produk bagi konsumen.

“Terkait perkembangan kondisi ekonomi global dan fluktuasi biaya bahan baku maupun logistik, MMKSI secara berkala melakukan evaluasi terhadap harga suku cadang dan produk aftersales lainnya agar tetap dapat menjaga kualitas layanan dan ketersediaan produk bagi konsumen,” ujar Intan Vidiasari, General Manager Marketing Communication & PR Division MMKSI.

Penyesuaian harga ini akan berdampak langsung pada pengeluaran rutin konsumen. Pelumas merupakan komponen vital dalam perawatan berkala kendaraan.

>>> Aturan Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selama Libur Idul Adha 2026

MMKSI memastikan bahwa kebijakan penyesuaian harga untuk produk pelumas resmi Mitsubishi Motors akan mulai diberlakukan pada bulan depan.

“Untuk produk lubricants, saat ini memang terdapat rencana penyesuaian harga yang direncanakan berlaku mulai Juni mendatang, mengikuti kondisi pasar dan ekonomi global,” ucap Intan Vidiasari.

Di sisi lain, penyesuaian harga untuk kategori suku cadang sudah dieksekusi lebih awal oleh MMKSI pada bulan ini.

Oleh karena itu, perusahaan otomotif asal Jepang tersebut belum memiliki agenda untuk menaikkan harga komponen dalam waktu dekat.

>>> Stellantis Konfirmasi SUV Baru Alfa Romeo dan Mobil Halo, Juga Dua Model Maserati

“Sementara itu, untuk harga suku cadang Mitsubishi Motors sendiri saat ini belum ada rencana penyesuaian harga kembali, mengingat sebelumnya telah dilakukan adjustment pada Mei lalu sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi,” kata Intan Vidiasari.