Nama Pondok Pesantren di Cicantayan yang Viral Belum Diungkap, Pimpinan Diduga Terlibat Pelecehan
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret pimpinan sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian luas masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan nama lembaga pendidikan tersebut, namun hingga kini identitas resminya belum diumumkan.
Langkah itu diambil untuk melindungi korban yang sebagian besar masih berusia remaja serta menjaga proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur.
Terungkap dari Perubahan Sikap Korban
Perkara ini bermula ketika orang tua salah satu santriwati berinisial EY (55) melihat perubahan perilaku drastis pada putrinya. Anak tersebut kerap melamun dan menangis tanpa alasan jelas.
“Anak saya sering melamun, tiba-tiba menangis tanpa sebab,” ujar EY saat ditemui di Polres Sukabumi Kota pada 25 Februari 2026.
Kecurigaan orang tua mengarah pada dugaan pelecehan setelah memeriksa ponsel sang anak dan menemukan percakapan yang mengarah pada tindakan tidak pantas oleh oknum guru.
EY kemudian meminta keterangan empat teman anaknya. Dari penelusuran awal itu, enam santriwati diduga menjadi korban. Keluarga menduga jumlahnya bisa lebih banyak karena peristiwa disebut terjadi sejak 2021.
Pendampingan Hukum dan Laporan Resmi
Kasus ini didampingi oleh LBH Pro Ummat. Kuasa hukum korban, Rangga Suria Danuningrat, menyebut usia korban rata-rata 14 hingga 15 tahun saat kejadian.
“Usia rata-rata 14-15 tahun pada saat kejadian. Dugaan terjadi sejak 2021, sekarang bahkan ada korban yang sudah berusia 18 tahun,” katanya.
Menurutnya, indikasi kasus sudah tercium sejak 2023, namun terhambat intimidasi dan tekanan verbal agar tidak membuka aib pesantren.
Dua korban telah resmi membuat laporan ke kepolisian. Penanganan perkara berada di wilayah hukum Polres Sukabumi karena lokasi kejadian berada di daerah tersebut.
Update Terbaru
Kolombia Hadapi Uzbekistan pada Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 18:53 WIB
RB Leipzig Desak Pemecatan Pelatih Ole Werner Akibat Konflik dengan Klopp
Rabu / 17-06-2026, 18:52 WIB
Potongan Pajak JHT Capai Rp15 Juta, Pekerja Kaget Saat Cairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan
Rabu / 17-06-2026, 18:52 WIB
Menhub Pastikan Stasiun Gambir Disulap Jadi Stasiun Nasional
Rabu / 17-06-2026, 18:52 WIB
Ducati Indonesia Gelar Weekend Ride untuk Komunitas Motor
Rabu / 17-06-2026, 18:52 WIB
PT Murni Sadar Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp5 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Rabu / 17-06-2026, 18:52 WIB
Juventus Bidik Eljif Elmas Usai Napoli Tak Perpanjang Pinjaman
Rabu / 17-06-2026, 18:52 WIB
Pemerintah Salurkan PIP 2026 Termin II hingga September
Rabu / 17-06-2026, 18:52 WIB
Nathan Cleary Suntik Antiboncos Demi Laga State of Origin Kedua
Rabu / 17-06-2026, 18:49 WIB
LG Luncurkan Ekosistem Rumah Pintar Berbasis AI di Indonesia
Rabu / 17-06-2026, 18:48 WIB
Tecno Spark 50 Pro Resmi Meluncur dengan Helio G100 dan Baterai 6.000 mAh
Rabu / 17-06-2026, 18:48 WIB
BCA Pacu Kredit Multiguna Lewat Personal Loan Tanpa Agunan
Rabu / 17-06-2026, 18:48 WIB
FIFA Pastikan Keamanan Timnas Iran Selama Piala Dunia
Rabu / 17-06-2026, 18:48 WIB
BCA Pacu Penyaluran Kredit Multiguna Lewat Personal Loan
Rabu / 17-06-2026, 18:48 WIB






