"Kami sering melakukan Susur Sungai bersama-sama, tetapi itu belum cukup.

Maka sekali lagi kami mengucapkan terima kasih para penggiat, pecinta lingkungan, dan juga kami meng-SK-kan khusus untuk Patroli Air," ujar Adhy.

Ia menambahkan kerja sama dengan dunia usaha, akademisi, dan media menjadi kunci untuk menyelamatkan dan melestarikan sungai.

>>> Salah PIN 13 Kali di HP Samsung Bisa Picu Factory Reset Otomatis

Komitmen Bersama dan Harapan ke Depan

Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 menghasilkan sejumlah komitmen bersama melalui pembacaan Deklarasi Komunitas Sungai, penanaman pohon, dialog interaktif, serta penandatanganan Nota Kesepahaman antara KLH/BPLH dan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

Kerja sama itu diharapkan memperkuat perlindungan sungai dan mendukung pemanfaatan sungai secara berkelanjutan, termasuk pengembangan wisata air dan olahraga arung jeram dengan tetap mengutamakan fungsi ekologis.

Rahmalinda, anggota Komunitas Konservasi Air dari Aceh, berharap hasil konferensi tidak hanya seremonial.

"Mudah-mudahan konferensi ini jangan hanya sekadar seremonial, jadi mudah-mudahan ini menjadi catatan bagi pihak kementerian ataupun juga bagi kami komunitas.

Setidaknya kita punya wacana untuk tahun depan, jangan cukup sampai di sini saja," kata Rahmalinda.

Melalui konferensi ini, KLH/BPLH mengoptimalkan upaya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.

>>> Pemerintah Siapkan Rp17,5 Triliun untuk Bansos Beras Agustus-Oktober

Kolaborasi multipihak diyakini sebagai fondasi penting untuk menghadirkan ekosistem sungai yang lestari dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.