PSI: Jika Ijazah Jokowi Palsu, PDIP Juga Harus Bertanggung Jawab
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai tudingan mengenai ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak masuk akal jika melihat proses politik yang telah dilalui Jokowi sejak awal kariernya.
Menurut Dedy, Jokowi telah berkali-kali mengikuti kontestasi politik melalui jalur resmi dan diusung partai besar sekelas PDIP tanpa pernah dipersoalkan dokumen pendidikannya ketika proses pencalonan berlangsung.
>>> CBUAE Governor and Indonesian Ambassador Discuss Cross-Border Payment Cooperation
"Padahal semua orang tahu yang mengusulkan orang tersebut adalah partai besar dan terkemuka di Indonesia. Mana mungkin sebuah partai besar bisa meloloskan orang yang nggak punya ijazah," katanya.
"Aneh saja itu partai kalau meloloskan orang yang nggak punya ijazah bisa tampil jadi wali kota, gubernur, bahkan presiden dua periode," lanjut dia.
Ia juga mengingatkan bahwa saat Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah maupun calon presiden, tidak ada pihak yang mengajukan keberatan kepada penyelenggara pemilu.
"Dulu nggak ada yang bikin laporan ke KPU atau Bawaslu. Sekarang ramai-ramai menuding ijazah beliau palsu," kata Dedy.
Menurutnya, polemik yang kembali diangkat belakangan ini lebih dipicu rasa tidak suka terhadap sosok Jokowi dibanding persoalan substansi.
Dedy bahkan menyebut kejengkelan sebagian pihak kepada Jokowi telah melampaui batas. "Kejengkelan pada sosok beliau ini sudah sampai bikin banyak orang sakit jiwa.
Padahal beliau ini sudah menjalankan tugas-tugas konstitusionalnya dengan rating paling tinggi yang pernah dilihat oleh bangsa ini," ujarnya.
Ia pun meminta publik lebih objektif dalam menilai Jokowi berdasarkan rekam jejak kepemimpinannya. "Mungkin Anda nggak suka sama sosok ini secara personal.
Update Terbaru
Antisipasi Kemarau 2026, Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Lahan Sawah
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Pesawat Piper PA-23 Apache Mangkrak di Spanyol Dilelang Mulai Rp170 Ribu
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Topan Noul Terjang China Selatan, 340 Ribu Warga Mengungsi
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Dampak Kemacetan dan Suhu Tinggi pada Frekuensi Penggantian Oli Mesin
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Raksasa Teknologi AS Desak Parlemen Jangan Buru-buru Batasi Model AI Terbuka
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Messi Jadi Penonton Spesial di Laga Klub Keluarga, Tim Kesayangan Kalah
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Pakar Gizi Ungkap Waktu Makan Siang Ideal untuk Jaga Metabolisme dan Energi
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Langkah Keamanan Iran Tingkatkan Risiko Hukum bagi Migran Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Rekomendasi Perlengkapan Spa di Rumah untuk Self-Care Sunday
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Real Madrid Buka Peluang Jual Tchouameni ke Manchester United
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Kubu Sarwendah Peringatkan Dampak Polemik Hak Asuh pada Anak
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Permintaan Maaf Jaksa Agung atas Kasus Febrie: Momentum Pembenahan Internal
Minggu / 26-07-2026, 20:08 WIB
Kuasa Hukum Ruben Onsu Bantah Klaim Sarwendah Soal Harta Gono-gini Bermasalah
Minggu / 26-07-2026, 20:08 WIB
Evakuasi Massal di Prancis Akibat Kebakaran Hutan Mendekati Bordeaux
Minggu / 26-07-2026, 20:00 WIB







