Pengelolaan yang bijak akan memastikan bahwa sumber daya ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Adapun ikan sidat memiliki siklus hidup katadromus, yakni menghabiskan sebagian besar waktunya di air tawar dan baru bermigrasi menuju perairan laut saat akan bertelur.

Siklus unik ini dimulai ketika telur menetas di laut menjadi leptocephalus atau larva belut yang unik, memiliki bentuk pipih, transparan, seperti daun, serta belum punya kemampuan berenang.

Kemudian selama perjalanan dari perairan laut dalam ke estuari, larva ini berubah menjadi sidat kaca atau glass eel.

Dengan segala keunggulan nutrisi dan potensi ekonominya, sidat layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah, peneliti, dan masyarakat.

>>> Menepi Sejenak di Tengah Jakarta hingga Kuliner Tanah Air Autentik

Pengembangan budidaya sidat yang berkelanjutan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Indonesia.