Pemilik Bisnis Restorasi Porsche Dihukum 21 Bulan Penjara karena Penipuan
Seorang wanita yang menipu pelanggan bisnis restorasi dan penjualan Porsche miliknya di Fallbrook, California, dijatuhi hukuman satu tahun sembilan bulan penjara pada hari Jumat.
Andrea Nicole Doherty, 38 tahun, mengaku bersalah atas tiga tuduhan penipuan kawat karena mengambil lebih dari $827.000 dari pelanggan selama tahun-tahun setelah ia mengambil alih bisnis CPR Classic dari ayahnya setelah kematiannya pada tahun 2021.
>>> CBUAE Governor and Indonesian Ambassador Discuss Cross-Border Payment Cooperation
Jaksa penuntut mengatakan bahwa pelanggan setuju untuk menjual atau membeli kendaraan melalui perusahaan tersebut, namun tidak menerima mobil yang mereka beli atau uang yang seharusnya mereka terima dari penjualan kendaraan.
Tuduhan penipuan kawat yang diakui Doherty berkaitan dengan tiga penjualan mobil tertentu.
Kantor Kejaksaan AS mengatakan satu Porsche dijual kepada dua pembeli terpisah dan Doherty menerima pembayaran dari keduanya tanpa memberi tahu atau membayar penjual.
Di kesempatan lain, ia setuju untuk menjual mobil dan mengambil $280.000 dari seorang pembeli, tetapi tidak memberikan uang itu kepada penjual.
Ia kemudian mengambil $275.000 dari pembeli lain dan menggunakan sebagian uang itu untuk membayar penjual.
Mobil lain dijual seharga $130.000 tanpa penjual dibayar atau diberi tahu, kata Kantor Kejaksaan AS.
Jaksa mengatakan izin dealer kendaraan perusahaan itu ditangguhkan oleh Departemen Kendaraan Bermotor California pada tahun 2024 dan sekitar 50 gugatan perdata telah diajukan terhadap Doherty pada akhir tahun itu.
Selain hukuman penjara, ia setuju untuk membayar hampir $10 juta sebagai restitusi kepada 66 orang.
Pengacara pembela Megan Foster mencatat dalam dokumen hukumannya bahwa sekitar 60 dari orang tersebut berada di luar batas waktu penuntutan, sehingga kliennya tidak didakwa terkait dengan mereka, namun ia setuju untuk membayar restitusi kepada mereka.
Foster menulis bahwa Doherty "tidak menikmati keuntungan pribadi" dan tidak menjalani gaya hidup mewah seperti pelaku penipuan lainnya.
>>> 7 Kandidat Sekjen PBB Bersaing Gantikan Guterres
Pengacara pembela menulis bahwa Doherty mewarisi utang jutaan dolar dari ayahnya setelah kematiannya, kemudian melakukan serangkaian upaya yang salah arah untuk menjaga bisnis keluarga tetap berjalan.
Update Terbaru
Antisipasi Kemarau 2026, Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Lahan Sawah
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Pesawat Piper PA-23 Apache Mangkrak di Spanyol Dilelang Mulai Rp170 Ribu
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Topan Noul Terjang China Selatan, 340 Ribu Warga Mengungsi
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Dampak Kemacetan dan Suhu Tinggi pada Frekuensi Penggantian Oli Mesin
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Raksasa Teknologi AS Desak Parlemen Jangan Buru-buru Batasi Model AI Terbuka
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Messi Jadi Penonton Spesial di Laga Klub Keluarga, Tim Kesayangan Kalah
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Pakar Gizi Ungkap Waktu Makan Siang Ideal untuk Jaga Metabolisme dan Energi
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Langkah Keamanan Iran Tingkatkan Risiko Hukum bagi Migran Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Rekomendasi Perlengkapan Spa di Rumah untuk Self-Care Sunday
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Real Madrid Buka Peluang Jual Tchouameni ke Manchester United
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Kubu Sarwendah Peringatkan Dampak Polemik Hak Asuh pada Anak
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Permintaan Maaf Jaksa Agung atas Kasus Febrie: Momentum Pembenahan Internal
Minggu / 26-07-2026, 20:08 WIB
Kuasa Hukum Ruben Onsu Bantah Klaim Sarwendah Soal Harta Gono-gini Bermasalah
Minggu / 26-07-2026, 20:08 WIB
Evakuasi Massal di Prancis Akibat Kebakaran Hutan Mendekati Bordeaux
Minggu / 26-07-2026, 20:00 WIB







