Urgensi Pembatasan Anak di Ruang Digital Lewat PP Tunas
Pemerintah juga menyoroti fitur interaksi pada platform digital yang memungkinkan orang asing menghubungi anak secara langsung. Hal ini membuka peluang kejahatan digital seperti child grooming.
"Fitur kontak ini sangat berbahaya.
Di sinilah kadang orang dewasa yang memiliki niat tidak baik melakukan komunikasi dengan anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru," ujarnya.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha mengatakan ancaman terhadap anak di ruang digital kini tidak hanya berupa paparan konten negatif.
Anak juga rentan menjadi korban penipuan daring, eksploitasi seksual, grooming, perundungan siber, pencurian identitas, hingga kebocoran data pribadi.
"Pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan media sosial, platform gim, serta aplikasi percakapan untuk membangun kepercayaan korban secara bertahap sebelum melakukan eksploitasi," kata Pratama kepada CNNIndonesia.
com, Rabu (22/7).
Data pribadi anak juga semakin mudah dikumpulkan melalui unggahan di media sosial, baik oleh anak maupun lingkungan terdekatnya.
>>> Samsung Perpanjang Dukungan Software Galaxy Watch Terbaru hingga 5 Tahun
Risiko Tak Hanya dari Konten
Deputi Pendidikan Anak-anak Perlindungan Khusus KemenPPPA Ciput Eka Purwiyati menjelaskan PP Tunas mengidentifikasi empat kelompok risiko.
Pertama risiko konten, yaitu paparan materi kekerasan, pornografi, atau informasi tidak sesuai usia.
Kedua risiko kontak, ketika anak berinteraksi dengan orang asing melalui platform digital. Risiko ini sulit dideteksi orang tua, terutama saat anak mulai menutup diri.
Risiko ketiga adalah konsumerisme, di mana aktivitas digital anak dimanfaatkan untuk mendorong perilaku konsumtif. Keempat, risiko penyalahgunaan data pribadi dan profiling oleh perusahaan digital.
Ciput menilai perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan regulasi. "Semua kembali pada pengawasan dan pendampingan orang tua," ujarnya.
Update Terbaru
Lisandro Martinez: Kejatuhan Tim Hebat adalah Kegembiraan Medioker
Kamis / 23-07-2026, 13:21 WIB
Kemlu Ketahui Keberadaan WNI Diduga Kabur di Korsel
Kamis / 23-07-2026, 13:21 WIB
Na Hong-jin Pukau New York dengan 'Hope' di Festival Film Asia
Kamis / 23-07-2026, 13:17 WIB
Bos BGN Sudaryono Buka Suara soal Keterlibatan TNI-Polri di Program MBG
Kamis / 23-07-2026, 13:16 WIB
Cara Dapat Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta
Kamis / 23-07-2026, 13:16 WIB
7 Tips Memilih Tablet Murah yang Tahan Lama dan Berkualitas, Jangan Cuma Lihat RAM
Kamis / 23-07-2026, 13:14 WIB
Galaxy Z Flip 8 Lebih Tipis, Ringan, dan Kuat dari Pendahulunya
Kamis / 23-07-2026, 13:14 WIB
Semakin Banyak Pria Putuskan Childfree, Bukan Cuma Soal Duit
Kamis / 23-07-2026, 13:14 WIB
Legenda Sepakbola Indonesia M Basri Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun
Kamis / 23-07-2026, 13:12 WIB
Elon Musk Diledek usai Klaim Grok Bisa Bikin The Odyssey Lebih Akurat
Kamis / 23-07-2026, 13:12 WIB
Apple Siapkan Pembaruan Besar Mac dengan M6 MacBook Pro, OLED Macs, dan iMac Baru
Kamis / 23-07-2026, 13:12 WIB
Anak SD Diajak Rancang Sekolah Lebih Sejuk Hadapi Suhu Panas
Kamis / 23-07-2026, 13:07 WIB
7 Rekomendasi Tempat Beli Sepatu Lari Hoka Ori di Indonesia
Kamis / 23-07-2026, 13:07 WIB
8 Pilihan Sunscreen Wardah Sesuai Kebutuhan Kulit, Bukan Usia
Kamis / 23-07-2026, 13:07 WIB







