Bagi atlet dengan intensitas latihan tinggi, asupan nutrisi tersebut membantu meningkatkan daya tahan sekaligus mendukung proses pemulihan otot.

2. Air berkualitas dan sinar matahari.

>>> 4 Skill Manusia yang Tak Bisa Digantikan AI, Apa Saja?

Haaland memilih air yang telah melalui proses penyaringan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Rutinitas itu dipadukan dengan paparan sinar matahari pada pagi hari untuk mengatur jam biologis, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung produksi hormon yang berkaitan dengan performa fisik.

3. Susu mentah dan makanan utuh.

Menu lainnya adalah susu mentah (raw milk) serta berbagai makanan alami yang minim pengolahan.

Kombinasi ini menjadi sumber kalori, protein, dan lemak yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi hingga sekitar 6.000 kalori per hari.

Namun konsumsi susu mentah masih menjadi perdebatan di dunia kesehatan karena berpotensi mengandung bakteri berbahaya jika tidak diproses dengan benar.

Masyarakat umum sebaiknya tidak mengonsumsinya tanpa mempertimbangkan aspek keamanan pangan.

Benarkah bisa ditiru?

Meski menarik perhatian, pola makan Haaland belum tentu sesuai diterapkan oleh masyarakat umum.

Kebutuhan kalori seorang atlet profesional bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibanding orang dewasa yang aktif bekerja biasa.

Konsumsi organ hewan dalam jumlah besar maupun susu mentah memerlukan pertimbangan kondisi kesehatan individu.

Pola makan yang terlalu tinggi kalori tanpa aktivitas fisik setara justru dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.

Bagi kebanyakan orang, prinsip yang lebih realistis adalah memperbanyak makanan utuh, memenuhi kebutuhan protein, mengonsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan ultra-proses, serta menjaga waktu makan yang konsisten.

Diet viking Erling Haaland memang menunjukkan bahwa nutrisi memegang peran penting dalam menunjang performa atlet kelas dunia.

>>> Presiden FIFA Gianni Infantino Didesak Mundur Usai Kekacauan Piala Dunia 2026

Namun kunci utama pola makan sehat tetap bukan meniru menu seorang pesepak bola elite, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, dan gaya hidup masing-masing.