Penyidik Diduga Kantongi Bukti Aliran Uang ke Febrie Adriansyah Sebelum Geledah
Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mengungkapkan alasan penyidik melakukan penggeledahan dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Menurut Ferdinand, strategi penyidikan dalam kasus pencucian uang berbeda dengan tindak pidana biasa. Fokus utama bukan pada pemeriksaan orang, melainkan menelusuri jejak transaksi dan aliran dana.
>>> Roy Suryo Belum Menyerah, Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi Bisa Berlanjut hingga Empat Kali
"Namanya tindak pidana pencucian uang itu mengedepankan jurus taktik dari penyidik adalah mengikuti aliran uang," jelas Ferdinand, Selasa (21/7/2026).
Ia menduga aparat penegak hukum telah memiliki informasi awal yang cukup sebelum memutuskan penggeledahan, termasuk bukti aliran uang ke Febrie.
"Tentu penyidik telah menemukan bukti-bukti informasi bahwa ada aliran uang ke Febrie Ardiansyah," bebernya.
Informasi itulah yang menjadi dasar penyidik menyasar sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan pihak yang diselidiki.
"Makanya yang digeledah itu adalah lokasi-lokasi yang diduga adalah milik Febrie Ardiansyah," ujarnya.
>>> Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Lewat SSCASN BKN, Peserta Hanya Boleh Pilih Satu Instansi
Ferdinand menjelaskan, jika penyidik diwajibkan memeriksa seseorang terlebih dahulu sebelum penggeledahan, ada risiko barang bukti hilang. Seseorang yang tahu akan diperiksa bisa menyembunyikan aset atau dokumen.
"Kalau Febrie contohnya ditanya, di mana kamu sembunyikan aliran dana ini, dari batubara contohnya. Apakah Febrie akan mengakui?
Kan tidak mungkin," ujarnya.
Karena itu, langkah penyidik mendahulukan penggeledahan dinilai sebagai strategi lazim dalam perkara pencucian uang untuk mengamankan barang bukti.
Ferdinand menegaskan tidak ada ketentuan hukum yang mewajibkan pemeriksaan sebelum penggeledahan. "Tidak ada aturannya harus diperiksa dulu baru digeledah.
>>> Roy Suryo dan Dokter Tifa Diduga Sengaja Mengulur Waktu di Kasus Ijazah Jokowi
Ngawur itu sama sekali," pungkasnya.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB







