Perusahaan teknologi pengawasan Flock secara resmi menghentikan program uji coba fitur deteksi suara manusia yang kontroversial. Keputusan ini diambil setelah gelombang protes publik yang masif.

Fitur yang disebut "human distress detection" itu memungkinkan perangkat audio selalu aktif untuk memantau suara seperti teriakan di tempat umum.

>>> Armando Niedermeier Rubio Akhirnya Bersatu Kembali dengan Putrinya yang Dirawat di Arizona

Program ini hanya tersedia untuk sejumlah kecil pelanggan dalam uji coba terbatas.

Electronic Frontier Foundation (EFF) mengumumkan penghentian fitur tersebut pada Jumat lalu. Flock menyatakan keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang dan konsultasi dengan komunitas.

Flock menjelaskan bahwa fitur tersebut dirancang untuk membantu mengidentifikasi potensi insiden kekerasan di area yang kurang efektif dijangkau alat keselamatan publik lainnya.

Namun, kekhawatiran privasi dan potensi penyalahgunaan oleh aparat penegak hukum menjadi sorotan utama.

>>> Pasangan Pengelola Daycare di Fargo Dihukum Penjara karena Kekerasan Anak dan Narkoba

Meskipun fitur ini dihentikan, EFF mengingatkan bahwa ancaman dari perangkat audio Flock belum sepenuhnya hilang.

Ribuan perangkat audio masih terpasang di berbagai komunitas di AS, seringkali tanpa pemberitahuan sebelumnya atas permintaan kepolisian setempat.

Kampanye tekanan publik yang terfokus dan gigih ini dinilai berhasil memaksa perusahaan meninggalkan program uji coba.

EFF menyebut keputusan Flock sebagai bukti bahwa tekanan publik dapat memengaruhi perusahaan dan pembuat kebijakan untuk menghentikan produk berbahaya.

>>> Assassin's Creed Black Flag Resynced Dibangun Ulang dari Awal karena Kode Asli Tak Bisa Dipakai

"Keputusan Flock untuk mengakhiri 'deteksi kesusahan' untuk suara manusia adalah sebuah kemenangan," kata EFF dalam pernyataannya.