Perusahaan teknologi pengawasan Flock secara resmi menghentikan program uji coba fitur deteksi suara manusia yang kontroversial.

Keputusan ini diumumkan oleh Electronic Frontier Foundation (EFF) pada Jumat lalu, menyusul gelombang protes dari masyarakat.

>>> AS Keluarkan Peringatan Perjalanan Global Setelah Serangan Mematikan di Yordania

Fitur yang disebut "human distress detection" itu memungkinkan perangkat Flock merekam suara di tempat umum untuk mendeteksi jeritan atau tanda bahaya lainnya.

Dalam sebuah posting blog, Flock menjelaskan bahwa fitur tersebut hanya tersedia untuk sejumlah kecil pelanggan dalam uji coba terbatas dan belum dirilis secara luas.

Perusahaan mengklaim telah mempertimbangkan masukan komunitas sebelum memutuskan untuk menghapus fitur tersebut.

Namun, EFF mencatat bahwa ancaman dari perangkat audio Flock belum sepenuhnya hilang.

>>> New Zealand Kalahkan West Indies di ODI Ketiga Usai Kolaps Batting

Ribuan perangkat audio masih terpasang di berbagai komunitas di Amerika Serikat, sering kali tanpa pemberitahuan sebelumnya atas permintaan aparat penegak hukum setempat.

Kampanye tekanan publik yang masif dinilai berhasil memaksa Flock mundur dari program ini.

Menurut EFF, keputusan Flock menunjukkan bahwa tekanan publik terkadang dapat memengaruhi perusahaan dan pembuat kebijakan untuk menghentikan produk berbahaya.

>>> Pergeseran Astrologi pada 19 Juli 2026: Dampak pada Karier dan Hubungan

EFF menyebut penghentian fitur ini sebagai sebuah kemenangan bagi masyarakat.