Armando Niedermeier Rubio, bintang reality show 90 Day Fiancé, akhirnya tiba di Arizona pada Sabtu, 18 Juli, setelah mendapatkan visa kemanusiaan darurat.

Ia bersatu kembali dengan putrinya yang berusia 13 tahun, Hannah, yang masih dirawat di rumah sakit akibat pendarahan otak mendadak.

>>> Pasangan Pengelola Daycare di Fargo Dihukum Penjara karena Kekerasan Anak dan Narkoba

Keadaan darurat medis dimulai awal pekan ketika Hannah mengalami kehilangan kekuatan di separuh tubuhnya dan wajahnya merosot saat berada di Meksiko.

Ia segera diterbangkan ke rumah sakit di Phoenix, Arizona, untuk perawatan ICU khusus.

Awalnya, otoritas perbatasan Amerika Serikat menolak masuknya Armando di pintu masuk. Suaminya, Kenny Niedermeier, bersama nenek dan bibi Hannah yang merupakan penduduk sah, menjaga Hannah.

Armando membagikan video di Instagram pada Rabu, 15 Juli, menceritakan momen putrinya menelepon sambil menangis dari tempat kerja.

"Saya melihat wajahnya merosot, setengah wajahnya, bibir dan lainnya, dan setengah tubuhnya tidak punya kekuatan," ujarnya.

Petugas perbatasan mengatakan bahwa visa kemanusiaan tidak bisa didapatkan di pintu masuk. "Rencana itu gagal," kata Armando.

Ia mengaku sangat tertekan karena terpisah dari anaknya saat krisis medis.

Pada Kamis, 16 Juli, Armando memberikan kabar terbaru setelah berbicara dengan Kenny tentang prosedur diagnostik yang dijadwalkan tim medis Phoenix.

"Sungguh menakutkan mendengarnya," katanya.

Keluarga meluncurkan kampanye penggalangan dana di GoFundMe melalui seorang teman dekat untuk menutupi biaya penerbangan darurat dan perawatan ICU.

"Saya merindukan bayi perempuan saya. Saya tidak ingin kehilangan dia," ujar Armando.

Armando mengklarifikasi bahwa rumor yang mengatakan ia sudah masuk ke AS tidak benar. "Saya belum bersama Hannah," tegasnya.