Biji apel dikenal mengandung racun sianida. Namun, efek keracunan akut hanya terjadi jika tertelan dalam jumlah besar.

Biji apel mengandung amigdalin, senyawa alami yang melepaskan sianida saat dicerna. Sianida sangat beracun dan dapat merusak jantung serta otak.

>>> Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal Balistik, Serangan Terbesar Sejak Invasi

Menurut CDC AS, dosis sianida oral sekitar 1-2 mg per kg berat badan bisa berakibat fatal. Sianida bekerja dengan mengganggu pasokan oksigen ke sel tubuh.

Gejala keracunan sianida meliputi pupil melebar, sakit kepala, pusing, dan kebingungan. Pada kasus parah, bisa terjadi penurunan kesadaran, tekanan darah rendah, kejang, koma, hingga kematian.

Apakah Menelan Biji Apel Berbahaya?

Mengonsumsi beberapa biji apel kemungkinan besar tidak memicu gejala keracunan. Namun, biji yang digiling atau dihancurkan dalam jumlah besar bisa menyebabkan keracunan sianida.

Dosis sianida mematikan sekitar 50-300 mg. Penelitian tahun 2018 menunjukkan keracunan parah terjadi jika ada 83-500 biji apel yang dikonsumsi.

>>> Ledakan Terdengar di Iran Saat AS Umumkan Serangan Bertubi-tubi

Jadi, beberapa biji dalam satu apel masih aman.

Setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap sianida. Variasi apel dan kondisi benih juga memengaruhi.

Meski aman, membuang biji apel tetap lebih baik.

Makanan Lain yang Mengandung Sianida

Selain apel, beberapa buah lain seperti pir, aprikot, dan ceri juga mengandung senyawa penghasil sianida pada bijinya. Buahnya sendiri aman dikonsumsi.

>>> The Odyssey Tayang Sampai Kapan di Bioskop? Simak Jadwal, Sinopsis, dan Fakta Epik Film Terbaru Christopher Nolan 2026

Kacang-kacangan dari keluarga Rosaceae, seperti almond dan kacang mete, juga mengandung amigdalin. Namun, konsumsi dalam batas normal tidak menyebabkan keracunan akut.