Sepasang suami istri di China harus dirawat di rumah sakit setelah sang istri nekat menyedot racun kobra dari luka gigitan suaminya.

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Yuanyang, Provinsi Yunnan, China barat daya.

>>> Daftar Acara ANTV Sabtu, 4 Juli 2026 Ada Mega Bollywood Albela, Antara Cinta dan Dusta, Doriyaann, Series Thanak, Sayali, Vasudha, Teri Meri plus Link

Melansir SCMP, kejadian bermula saat sang suami yang seorang petani lanjut usia digigit kobra di jari tangannya saat bekerja di ladang.

Tak lama, tangannya membengkak dan ia merasa pusing serta lemas.

Melihat kondisi suaminya, sang istri panik dan mencoba memberikan pertolongan dengan menyedot racun langsung dari luka gigitan tanpa alat pelindung.

Cara itu pernah ia lihat di televisi.

Setelahnya, suami segera dilarikan ke rumah sakit.

Namun beberapa jam kemudian, sang istri mulai merasakan mati rasa di mulut, lidah, wajah, hingga bagian tubuh lainnya.

Keesokan harinya, ia kelelahan parah dan ikut dirawat.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini 3 Juli 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp 2,651 Juta

Dokter di Rumah Sakit Rakyat Honghe Prefecture No. 3 menyatakan keduanya keracunan bisa ular kobra lokal. Mereka mendapat suntikan antibisa dan perawatan intensif.

Beruntung, kondisi mereka stabil dan diperbolehkan pulang beberapa hari kemudian.

Peringatan Dokter: Menyedot Racun Berbahaya

Dokter menegaskan bahwa menyedot bisa ular adalah cara yang salah dan berbahaya.

Racun bisa masuk ke aliran darah melalui luka kecil atau selaput lendir di mulut, sehingga penolong juga berisiko keracunan.

Dokter juga mengingatkan agar tidak memotong luka gigitan, membakar area luka, atau mengompres dengan es karena dapat memperburuk kondisi.

Pertolongan pertama yang benar adalah tetap tenang, mengurangi gerakan, dan segera hubungi layanan darurat medis.

Jika memungkinkan, ingat ciri-ciri ular seperti warna, motif, dan bentuk kepala, atau ambil foto ular untuk membantu dokter menentukan antibisa yang tepat.

>>> Tanggal Rilis Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Bocor, Fix 22 Juli?

Kasus ini ramai dibahas di media sosial China. Banyak warganet menilai kejadian ini menjadi pengingat bahwa metode pertolongan di televisi belum tentu benar dan aman.