Penjualan CD musik di Amerika Serikat mencatat pertumbuhan signifikan pada paruh pertama 2026. Data dari Luminate menunjukkan kenaikan 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa 16,3 juta unit CD terjual dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan vinyl yang hanya mencapai 2,4%.

>>> Studio ZA/UM PHK 32 Karyawan Usai Penjualan Zero Parades Tak Capai Target

Gen Z Membeli CD Tanpa Pemutar CD

Fakta menarik terungkap: sekitar setengah dari pembeli CD dari kalangan Gen Z dan Milenial ternyata tidak memiliki pemutar CD.

Mereka membeli CD sebagai barang koleksi dan memorabilia.

Menurut Luminate, konsumen muda melihat CD sebagai cara terjangkau untuk mendukung artis favorit. Nilai kepemilikan dan kolektibilitas menjadi sama pentingnya dengan kemudahan akses digital.

Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh rilisan K-pop besar seperti BTS. Namun, jika rilisan K-pop dikecualikan, penjualan CD tetap naik 6,7%.

>>> Bethesda Konfirmasi Skyrim Terjual 65 Juta Kopi, Samai The Witcher 3

Tren ini muncul di tengah pergeseran industri game menuju distribusi digital. Sony misalnya, semakin fokus pada ekosistem digital PlayStation, memicu diskusi tentang masa depan media fisik di konsol.

Meski model bisnis game dan musik berbeda, keduanya menghadapi pertanyaan serupa soal kepemilikan digital. Media fisik menawarkan produk nyata yang tidak bisa dihapus atau hilang karena perubahan lisensi.

Penjualan game digital memang masih mendominasi, tetapi minat baru terhadap CD fisik menunjukkan bahwa generasi muda tetap menghargai kepemilikan dan tampilan fisik.

>>> Balita 4 Tahun di Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Menteri PPPA Angkat Bicara

Apakah tren ini akan memengaruhi industri game? Belum pasti, namun angka penjualan terbaru membuktikan media fisik belum mati.