"Totalnya Rp1,609 triliun. Tapi Insya Allah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini," tegas Arumsari.

Realisasi Belanja BGN 2025

Arumsari juga melaporkan realisasi belanja BGN sepanjang 2025 sebesar Rp51,5 triliun untuk menjalankan MBG.

Selain itu, terdapat kelebihan belanja tahun 2024 sebesar Rp19,4 miliar yang dimasukkan dalam pos pendapatan 2025.

Kelebihan belanja tersebut berasal dari belanja pegawai sebesar Rp117,6 miliar dari pagu Rp3,38 triliun (3,47 persen), belanja barang Rp48,7 triliun dari alokasi Rp73,8 triliun (66 persen), dan belanja modal Rp2,69 triliun dari Rp8,05 triliun (33,4 persen).

Ia menjelaskan bahwa rendahnya realisasi belanja pegawai disebabkan oleh tidak terealisasinya pengangkatan PPPK batch ketiga tahun 2025 yang baru akan dilaksanakan pada 2026.

Sementara itu, belanja barang tidak terserap maksimal karena adanya pengembalian belanja banpers Rp12 triliun dan sejumlah tunggakan.

>>> Semifinal SEA V Cup 2026: Timnas Voli Indonesia Hadapi Vietnam

Untuk belanja modal, salah satu pos terbesar adalah pembayaran sewa gedung BGN selama 4 tahun yang dibayarkan lunas pada tahun pertama, sehingga hanya diakui satu tahun sebagai biaya.