"Presiden selalu mengumpulkan uang dari donor swasta—untuk mencalonkan diri, mengadakan pesta pelantikan, dan membangun perpustakaan kepresidenan," kata penyelidik Wall Street Journal.

Namun, mereka menyoroti skala operasi keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada masa jabatan Trump saat ini.

Investigasi tersebut mengaitkan donasi dengan kebijakan administratif, di mana perusahaan yang mencari kontrak menguntungkan telah menyumbangkan jutaan dolar ke dana-dana tersebut.

Menurut laporan, sumber daya ini digunakan untuk membentuk kembali lanskap politik dan proyek ibu kota.

Di sisi lain, analis kebijakan internasional memperkirakan bahwa negara-negara asing akan mengabaikan pesan politik tersebut.

>>> Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia: Low Tuck Kwong Geser Robert Budi Hartono

Damein Ma dari Carnegie China menyatakan bahwa Beijing kemungkinan besar akan menganggap tuduhan pemilu Trump sebagai teater politik domestik menjelang pemilu paruh waktu.