Ia mengingatkan, implementasi kewajiban sertifikasi halal menjadi momentum penting memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menegaskan, D-8 HEI 2026 menjadi langkah mengintegrasikan kekuatan ekonomi domestik dengan dunia Islam.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu jalannya adalah memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal," ujar Anis Matta.

Sekretaris Jenderal D-8 menilai inisiatif Indonesia sebagai katalis penting bagi perluasan investasi dan penguatan riset di ekosistem industri halal global.

Selama lima hari, acara diisi pameran dagang, business matching, dan diskusi panel D-8 HEI Talks.

Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub, menjelaskan forum ini didesain untuk menelurkan kolaborasi bisnis konkret.

"Indonesia berupaya memfasilitasi lahirnya kemitraan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan transaksi perdagangan yang konkret," ujarnya.

Secara makro, D-8 HEI 2026 merupakan lanjutan KTT ke-11 D-8 di Kairo pada 2024. Acara terselenggara berkat kolaborasi Kementerian Luar Negeri, BPJPH, KNEKS, dan Kadin Indonesia.

D-8 didirikan pada 1997 dan saat ini beranggotakan sembilan negara: Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan.

>>> Cara Mudah Mendapatkan Saldo Dana 900000 Lewat Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya 2026

Forum ini memiliki kekuatan kolektif dengan total populasi 1,3 miliar jiwa (16 persen populasi dunia) dan gabungan PDB US$5,1 triliun.