4. Alihkan perhatian anak dengan aktivitas positif.

Saat anak mulai kewalahan, arahkan pada kegiatan lain seperti membaca buku, menggambar, atau bermain. Ini bukan mengabaikan perasaan, melainkan membantu anak keluar dari situasi yang memperburuk emosi.

5. Perhatikan cara memberikan respons.

Anak menangkap situasi dari respons orang tua. Jika orang tua panik atau marah, anak bisa semakin sulit mengendalikan perasaannya.

Tetaplah tenang agar anak merasa aman.

6. Ajak anak mencari solusi dari masalahnya.

Setelah anak tenang, bantu mereka mencari solusi. Misalnya, jika sedih karena teman tidak mau bermain, tanyakan langkah yang bisa membuatnya lebih baik.

Ini membangun kemampuan menyelesaikan masalah.

7. Berikan waktu untuk anak beradaptasi.

Anak yang sensitif tetap bisa belajar mengendalikan emosi dengan latihan dan dukungan konsisten. Proses ini butuh waktu karena setiap anak memiliki perkembangan emosi yang berbeda.

>>> Tito Luruskan Informasi Penanganan Jembatan Enang-Enang di Aceh

Demikian cara menenangkan anak yang mudah menangis agar lebih percaya diri, mampu mengelola emosi, dan memiliki ketahanan menghadapi berbagai situasi.