Kardinal Suharyo: Kemajuan Teknologi Harus Diimbangi Moral
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi krisis moral dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, kemajuan tanpa suara hati bisa berbalik menjadi ancaman bagi kemanusiaan.
>>> Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama
Pesan itu disampaikan dalam Bonum Commune Forum x Harmony in Diversity Pre-Event di Graha Pemuda, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
"Dunia tetap membutuhkan suara hati," ujar Kardinal Suharyo.
Ia mengilustrasikan pentingnya moral melalui cerita empat bersaudara yang menghidupkan harimau dengan ilmu pengetahuan, namun justru dimangsa.
Ilmu tanpa kebijaksanaan dapat berujung kehancuran, kata Kardinal Suharyo.
Ia menilai komunitas kecil memiliki peran strategis sebagai penjaga nurani publik di tengah tantangan global.
Gerakan akar rumput dinilai mampu menjaga ruang dialog, memperkuat solidaritas, dan merawat keberagaman.
Peran Komunitas dan Media Digital
Direktur Eksekutif Maarif Institute, Andar Nubowo, menilai keberagaman adalah modal sosial yang harus dirawat melalui kolaborasi lintas komunitas.
Ia menekankan pentingnya media digital untuk menyebarkan pesan perdamaian di tengah ujaran kebencian dan disinformasi.
>>> Minnesota Timberwolves Resmi Kontrak Rookie Isaiah Evans Empat Tahun
"Kita sebagai kelompok beriman harus memanfaatkan media sosial untuk menebarkan kebaikan," ujarnya.
Peneliti SETARA Institute, Sayidatul Insiyah, mengingatkan bahwa pelanggaran kebebasan beragama dan diskriminasi masih terjadi di sejumlah daerah.
Menurutnya, persoalan itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan hukum.
Diperlukan penguatan kelembagaan, tata kelola yang baik, dan keterlibatan aktif masyarakat sipil.
"Kita semua memiliki peran menciptakan kehidupan yang lebih inklusif. Komunitas menjadi ruang penting membangun perjumpaan dan mengurangi prasangka," kata Sayidatul.
Diskusi juga menyoroti tantangan intoleransi di media sosial dan pentingnya kolaborasi lintas organisasi masyarakat sipil.
Para narasumber sepakat bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan alasan untuk membangun sekat identitas.
>>> Gretchen Carlson Perjuangkan Hak Korban Pelecehan Seksual
Melalui forum ini, Harmony in Diversity Award 2026 menegaskan bahwa perdamaian dibangun dari relasi sehari-hari di tengah masyarakat.
Update Terbaru
Studi: Udara Berlabel 'Baik' Tetap Bisa Membahayakan Jantung
Senin / 13-07-2026, 20:00 WIB
Kritik Terhadap Penunjukan Trump yang Dianggap Memanfaatkan Badan Keamanan Kimia untuk Deregulasi
Senin / 13-07-2026, 19:57 WIB
Kemenko Pangan dan PTPN I Kolaborasi Bangun Pusat Pembibitan Perkebunan Modern
Senin / 13-07-2026, 19:57 WIB
TGRI Sapu Bersih Podium di Seri Pembuka Kejurnas Slalom 2026
Senin / 13-07-2026, 19:56 WIB
Bos Instagram: Konten AI Justru Tingkatkan Nilai Kreator Manusia
Senin / 13-07-2026, 19:56 WIB
Sheikh Hamad Wafat, Pemimpin Qatar yang Pernah Setop Blokade Israel di Gaza
Senin / 13-07-2026, 19:56 WIB
Jadi Tersangka, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus ASN
Senin / 13-07-2026, 19:56 WIB
Sorloth Beber Alasan Tak Oper Haaland hingga Ancaman Pembunuhan
Senin / 13-07-2026, 19:56 WIB
Kejagung Bakal Minta Supervisi KPK di Kasus Korupsi Febrie Adriansyah
Senin / 13-07-2026, 19:53 WIB
Kapolri Listyo Sigit Temui Panglima TNI Agus Subianto di Mabes TNI
Senin / 13-07-2026, 19:53 WIB
Cara Cek PIP 2026 Online untuk TK, SD, SMP, SMA/SMK, Lengkap Syarat dan Status Penerima
Senin / 13-07-2026, 19:53 WIB
Status Febrie Adriansyah Masih Misterius, DPR Bentuk Panja
Senin / 13-07-2026, 19:50 WIB
Kejagung Telusuri Dugaan Bunker Baru Kasus Febrie Adriansyah, Bentuk Tim Khusus
Senin / 13-07-2026, 19:50 WIB
Klaim Asuransi Kanker Rp500 Juta Tak Cair, Allianz Beri Penjelasan
Senin / 13-07-2026, 19:50 WIB







