Ilmuwan juga belum bisa memastikan apakah fosil itu milik spesies titanosaurus dewasa yang lebih kecil atau individu muda yang masih tumbuh.

Temuan ini membantu menjawab pertanyaan besar tentang migrasi dinosaurus. Pada periode Kapur, Antartika, Amerika Selatan, Australia, dan Zealandia masih terhubung sebagai bagian dari superbenua.

Penulis studi mengusulkan bahwa titanosaurus mencapai Zealandia dengan menyeberang langsung dari Amerika Selatan melalui Semenanjung Antartika, bukan melalui Australia.

Jalur ini menjelaskan mengapa fosil titanosaurus ditemukan di Selandia Baru tetapi tidak di Australia.

Studi ini diterbitkan pada 29 Juni 2026 di jurnal Acta Palaeontologica Polonica.

>>> Pencarian Tiga Orang Hilang di Lake Pepin Setelah Perahu Terbalik

Spesimen ini memberikan gambaran tentang lingkungan Antartika jutaan tahun sebelum es menutupi wilayah tersebut, saat hutan beriklim sedang masih tumbuh di sana.