Sekitar 44 juta warga Amerika Serikat berada dalam peringatan gelombang panas pada akhir pekan ini. Suhu di Pegunungan Rocky dan dataran utara diperkirakan mencapai 43 derajat Celcius.

Badan Layanan Cuaca Nasional menyebut suhu tersebut jauh di atas rata-rata musiman dan berpotensi memecahkan rekor.

>>> Senior Happy Run 2026 Jadi Wadah Lansia Tetap Sehat dan Bersosialisasi

Kota Salt Lake City diperkirakan akan mengalami panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Panas berbahaya diperkirakan terjadi sepanjang akhir pekan dengan suhu tertinggi tiga digit dan potensi rekor suhu maksimum harian," kata Pusat Prediksi Cuaca pada Sabtu (11/7).

Pada Minggu (12/7), hari terpanas, suhu diperkirakan antara 38 hingga 43 derajat Celcius di beberapa negara bagian utara seperti Montana dan North Dakota.

Panas yang menyengat juga menghambat upaya pemadaman kebakaran hutan besar di Colorado dan Utah.

>>> Jadwal Program Televisi Senin, 13 Juli 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop, Kuis, Sinetron dan India serta Link Nonton

Cuaca panas juga melanda wilayah tenggara AS, termasuk Miami yang menjadi tuan rumah perempat final Piala Dunia antara Inggris dan Norwegia pada Sabtu (11/7).

Seminggu sebelumnya, wilayah timur AS dilanda gelombang panas lain dengan suhu sekitar 40 derajat Celcius di New York dan Philadelphia.

Gelombang panas menjadi lebih umum dan intens akibat perubahan iklim yang dipicu pembakaran batu bara, minyak, dan gas serta emisi gas rumah kaca.

Eropa Barat mengalami Juni terpanas dalam sejarah, dengan lebih dari 1.300 orang meninggal akibat gelombang panas, menurut WHO.

>>> Sorloth Tak Oper Haaland, Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Di Prancis, Menara Eiffel dan landmark Paris lainnya tutup lebih awal karena seperempat wilayah negara itu dilanda gelombang panas ketiga sejak Mei.