Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari keputusan untuk bernegosiasi dengan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Aoun saat bertemu dengan delegasi pasukan Lebanon dari blok parlemen di Istana Kepresidenan, Baabda, pada Jumat (10/7).

>>> Tiga Pilar Inggris Termasuk Declan Rice Kembali Berlatih Jelang Lawan Norwegia

"Mengapa rakyat Lebanon harus terus membayar harga untuk perang yang dipicu atas perintah aktor eksternal dan untuk kepentingan mereka?"

kata Aoun, dikutip Middle East Monitor.

"Saya jamin bahwa saya tak akan mundur dari keputusan untuk bernegosiasi yang sudah saya ambil," imbuhnya.

Aoun menegaskan semua langkah yang ditempuh demi rakyat dan kedaulatan Lebanon.

Ia juga membeberkan perjanjian kerangka kerja yang diusulkan akan memulihkan hak-hak Lebanon melalui jalur diplomatik jika Israel mematuhi ketentuan dan perjanjian bisa diimplementasikan.

Dalam kesempatan itu, Aoun menjawab kritik Hizbullah yang menyebut usulan kerangka perjanjian hanya menguntungkan Israel.

Hizbullah dan sejumlah fraksi politik Lebanon berpendapat seluruh negosiasi dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu harus dilakukan secara tidak langsung.

>>> Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam Atas Kematian Ayahnya

"Semua kritik yang ditujukan pada jalur ini berasal dari keinginan untuk mengembalikan isu Lebanon menjadi kartu truf di tangan Iran," ungkap Aoun.

Lebanon, lanjut dia, sudah melakukan negosiasi langsung dengan Israel lebih dari satu kali, dimulai pada 1949.

Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS pada 26 Juni.

Kesepakatan itu mencakup pengaturan penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon, dimulai dengan dua zona percontohan yang tak ditentukan.

Meski ada kesepakatan, tentara Israel terus melakukan pelanggaran, seperti menghancurkan rumah hingga meledakkan bahan peledak di kota Taybeh.

Menurut angka resmi, sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang.

Pasukan Israel terus menduduki wilayah-wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan lainnya direbut selama perang 2023-2024.

>>> 7 Rekomendasi Drama China Esther Yu Selain Road to Success

Selama serangan terbaru, pasukan Israel maju lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon.