Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis 7 Tahun Penjara
Mahkamah Agung Korea Selatan pada Kamis (9/7/2026) menguatkan hukuman tujuh tahun penjara terhadap mantan Presiden Yoon Suk-yeol.
Putusan tersebut berkekuatan hukum tetap atas perkara penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Yoon saat menghalangi upaya penangkapannya oleh otoritas antikorupsi.
>>> Ian Wright Akui Sulit Cari Kelemahan Prancis, Sebut Les Bleus Tim Terkuat di Piala Dunia 2026
Dalam putusan final yang disiarkan langsung, Mahkamah Agung menyatakan pengadilan tingkat sebelumnya telah menerapkan hukum secara tepat.
Vonis ini menjadi keputusan hukum tertinggi pertama terhadap Yoon sejak ia memicu krisis politik akibat deklarasi darurat militer pada Desember 2024.
Kronologi Kasus dan Putusan
Mahkamah Agung sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Seoul pada 29 April 2026 yang memperberat hukuman Yoon dari lima tahun menjadi tujuh tahun penjara.
Meski demikian, hukuman tersebut masih lebih ringan dibanding tuntutan Tim Jaksa Khusus Independen yang dipimpin Cho Eun-suk.
Sejak persidangan tingkat pertama hingga banding, jaksa menuntut hukuman maksimal 10 tahun penjara atas dakwaan pemberontakan dan pelanggaran lainnya.
>>> Fakta Isu Benzene pada Produk Jerawat: CeraVe Digugat di AS
Kasus ini bermula pada Januari 2025 ketika Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) berupaya mengeksekusi surat perintah penangkapan terhadap Yoon di kediaman resmi presiden.
Menurut dakwaan, Yoon memerintahkan dinas keamanan kepresidenan untuk menghalangi penyidik dengan membentuk perisai manusia dan memasang blokade bus.
Selain itu, Yoon juga didakwa membatasi hak musyawarah anggota kabinet sebelum darurat militer, membuat dan memusnahkan dokumen deklarasi palsu, serta memerintahkan penyebaran panduan ke media.
Krisis politik Korea Selatan memuncak ketika Yoon mengumumkan darurat militer pada malam 3 Desember 2024. Kebijakan itu hanya bertahan beberapa jam setelah Majelis Nasional mencabutnya.
Yoon kemudian dimakzulkan dan ditahan pada Januari 2025 atas tuduhan sebagai pemimpin pemberontakan.
>>> Penyebab 5G Indonesia Tertinggal dari Kamboja Menurut Opensignal
Perkara ini mencatat sejarah baru di Korea Selatan karena Yoon menjadi presiden pertama yang ditangkap dan diadili saat masih menjabat.
Update Terbaru
Kreator Instagram Bisa Dapat Komisi dari Shopee, Begini Caranya
Jumat / 10-07-2026, 18:07 WIB
Pria Idaho Selamat dari Gigitan Ular Berbisa setelah Menerima 54 Dosis Antivenom
Jumat / 10-07-2026, 17:59 WIB
Mobil Tabrak Kantor Pos di San Antonio, Layanan Dialihkan
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Huey Lewis: Kehilangan Pendengaran Total Akibat Penyakit Ménière
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Gugatan Class Action: Costco Didakwa Jual Protein Powder Mengandung Logam Berat
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Ann Widdecombe, Mantan Menteri Konservatif, Meninggal di Usia 78
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Muchova dan Noskova Bersaing di Final Wimbledon All-Czech
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
IHSG Naik Tipis ke 5.924 Akhiri Pekan Ini
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Kejati DIY Data Seluruh SPPG di Yogyakarta atas Permintaan Pidsus Kejagung
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
US Navy Hentikan Pengecualian Cukur Permanen, Personel dengan Kondisi Kulit Kronis Diancam Dipisahkan
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
Studi Ungkap Terapi Obesitas Pangkas Berat Badan Hampir 28 Persen
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
Ilmuwan Ciptakan Kecoa Cyborg yang Bisa Menyelam Selama 3 Jam
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
IU dan Lee Jong Suk Dikonfirmasi Putus, Ini Perjalanan Cinta Mereka
Jumat / 10-07-2026, 17:50 WIB
Pendiri id Software Sesali Dukungannya pada Microsoft Setelah PHK Massal
Jumat / 10-07-2026, 17:49 WIB







