CeraVe menjadi sorotan setelah gugatan hukum diajukan di Amerika Serikat terkait dugaan terbentuknya benzene pada produk jerawat yang mengandung benzoyl peroxide (BPO).

Kasus ini bermula pada 2024 ketika laboratorium independen Valisure mengajukan petisi kepada FDA.

>>> Penyebab 5G Indonesia Tertinggal dari Kamboja Menurut Opensignal

Valisure meminta evaluasi dan penarikan produk jerawat berbahan BPO karena berpotensi menghasilkan benzene saat terurai pada suhu tinggi atau penyimpanan lama.

Gugatan menyebutkan produk CeraVe yang mengandung BPO, seperti CeraVe Acne Foaming Cream Cleanser 4% dan 10% Benzoyl Peroxide.

Hingga kini, gugatan masih dalam proses hukum dan belum ada putusan pengadilan. Belum ada bukti ilmiah yang menyimpulkan produk tersebut menyebabkan kanker.

Sempat beredar informasi penarikan produk CeraVe pada 2026, namun belum ada penarikan resmi terkait isu benzene.

Penarikan Produk oleh FDA

FDA pada 2025 meminta penarikan sejumlah produk jerawat berbahan BPO dari merek seperti La Roche-Posay Effaclar Duo, Proactiv, Walgreens, SLMD, dan Zapzyt.

CeraVe tidak termasuk dalam daftar tersebut.

>>> Wujud Samsung Galaxy Z Fold8 Muncul di Teaser Spider-Man

Lebih dari 90% produk BPO yang diuji FDA memiliki kadar benzene sangat rendah atau tidak terdeteksi. Risiko kesehatan dari paparan benzene pada produk yang ditarik dinilai sangat rendah.

Benzene bukan bahan dalam formulasi skincare, melainkan zat kimia industri yang ditemukan pada minyak bumi, bensin, dan asap rokok.

WHO mengklasifikasikannya sebagai karsinogen pada paparan tinggi jangka panjang.

Perhatian peneliti adalah kemungkinan BPO terdegradasi menjadi benzene dalam kondisi penyimpanan tertentu. Belum ada bukti bahwa penggunaan cleanser CeraVe menyebabkan kanker.

BPO tetap menjadi bahan aktif efektif untuk jerawat. Alternatif lain termasuk salicylic acid, azelaic acid, adapalene, dan niacinamide.

Kesimpulannya, kasus ini belum membuktikan produk CeraVe berbahaya. Belum ada penarikan resmi produk CeraVe terkait isu tersebut.

>>> Kreator Naruto Sebut Film Live-Action sebagai Keajaiban, Pencarian Pemain Global Dimulai

Pengguna produk BPO disarankan menyimpan sesuai petunjuk, tidak menggunakan setelah kedaluwarsa, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika ragu.