Korps Marinir Amerika Serikat membentuk dua organisasi baru yang berfokus pada peperangan drone di pangkalan pelatihan utama di Pantai Timur dan Barat.

Kedua unit tersebut akan ditempatkan di Twentynine Palms, California, dan Marine Corps Base Quantico, Virginia.

>>> ASI Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak di Usia 1 Tahun, Studi Ungkap

Mereka bertugas mengembangkan dan menguji taktik, teknologi, serta pelatihan drone bagi Marinir yang akan dikerahkan ke medan operasi nyata.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Korps Marinir untuk beradaptasi dengan realitas medan perang baru, di mana drone kecil dan murah semakin marak digunakan di zona konflik.

Dua Unit dengan Misi Berbeda

Unit di Virginia akan menjadi tim eksperimental anti-drone di dalam Batalyon Pelatihan Senjata, yang menguji teknologi dan taktik baru.

Sementara itu, unit di California akan mengembangkan doktrin dan kursus pelatihan bagi instruktur untuk melatih dan mensertifikasi unit armada yang akan segera dikerahkan.

Unit di Pantai Barat, yang disebut Marine Corps Robotics Integration Group, akan berbasis di Marine Corps Air Ground Combat Center di Twentynine Palms.

Kelompok ini akan mengembangkan persyaratan pelatihan dan sertifikasi bagi unit yang akan dikerahkan dalam hal penggunaan dan pertahanan terhadap sistem tak berawak, kata Mayor Hector Infante, juru bicara Komando Pendidikan dan Pelatihan.

Kurikulum pelatihan yang dikembangkan kemudian akan digunakan di pusat pelatihan regional untuk melatih Marinir secara langsung sebelum penempatan.

>>> FIFA Suspensi Bek Inggris Jarell Quansah Dua Laga Piala Dunia

Mayor Jenderal Mark H. Clingan, komandan jenderal di Twentynine Palms, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok integrasi robotika menyediakan kerangka kerja kelembagaan yang diperlukan untuk mengintegrasikan kemampuan yang telah divalidasi ke dalam pelatihan standar.