Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru bagi 310 guru SD dan SMP di Surabaya.

Kegiatan berlangsung secara luring dan daring selama tiga hari dengan tema "Transformasi Pembelajaran di Era Digital untuk Mewujudkan Guru Inovatif dan Berdampak."

>>> Iran Balas Serangan AS, Bom Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Unusa mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui penguatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.

Program ini sekaligus menjadi kontribusi Unusa dalam mendukung transformasi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Praktik Pengembangan Bahan Ajar Digital dan LMS

Para peserta tidak hanya diperkenalkan konsep pemanfaatan AI dalam pendidikan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis mengembangkan bahan ajar digital, media pembelajaran interaktif, hingga membangun Learning Management System (LMS) berbasis AI tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman (coding).

Pelatihan juga mengajak guru memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa menghilangkan peran guru sebagai pendidik utama.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah Science Storybook Berbantuan AI yang disampaikan dosen Program Magister Pendidikan Dasar Unusa, Dr. Asmaul Lutfauziah.

Menurutnya, AI bukanlah pengganti guru, melainkan alat bantu untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai karakter peserta didik.

Konsep Science Storybook memadukan sains dengan cerita sehingga materi yang selama ini dianggap sulit dapat dipahami melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan anak.

>>> Demokrat Buka Suara soal Isu Skenario Pembatasan Capres Cawapres

Dengan dukungan AI, guru lebih mudah menyusun cerita, ilustrasi, hingga aktivitas belajar yang sesuai dengan capaian pembelajaran.