Seorang warga negara Meksiko yang juga penduduk tetap legal AS mengaku bersalah atas serangan terhadap sesama penumpang menggunakan senjata tajam rakitan di dalam pesawat Alaska Airlines.

Julio Alvarez Lopez, 38, mengajukan pengakuan bersalah di pengadilan federal pada 30 Juni 2026 untuk satu tuduhan penyerangan dengan senjata berbahaya.

>>> Presiden Erdogan Ternyata Pernah Jadi Pemain Bola Profesional

Pengakuan ini membalikkan pleidoi tidak bersalah yang diajukan pada Maret 2024.

Insiden terjadi pada penerbangan AS-604 pagi hari 24 Januari 2024, saat pesawat menuju Bandara Internasional Harry Reid di Las Vegas.

Menurut jaksa federal, Lopez membuat senjata dari tiga pulpen yang diikat erat dengan karet rambut.

Saksi menyatakan Lopez tampak gelisah selama penerbangan dua jam sebelum tiba-tiba berdiri, memukul, dan berulang kali menusuk korban di bagian tubuh dan area mata.

Seorang petugas penegak hukum yang tidak bertugas turun tangan menghentikan serangan.

Pramugari kemudian menggunakan flexi-cuffs untuk menahan Lopez selama sisa perjalanan.

>>> OJK Wanti-wanti PFII Tak Senggol Dana Nasabah Domestik

Polisi Metropolitan Las Vegas menahan Lopez segera setelah pesawat mendarat.

Korban memerlukan jahitan bedah untuk luka robek yang parah.

Dalam wawancara setelah penangkapan, Lopez melepaskan hak Miranda dan mengaku menyiapkan senjata sebelum penerbangan.

Ia mengatakan menargetkan korban karena merasa orang tersebut memandangnya dengan cara melecehkan.

FBI Las Vegas, Federal Air Marshal Service, dan polisi setempat menyelidiki kasus ini.

Berdasarkan kesepakatan pleidoi, Lopez menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara federal.

>>> Kebakaran TPA Jatiwaringin Tersisa 1,5 Hektare, Hanya Asap-asap

Vonis dijadwalkan pada 22 September 2026.