"Anak-anak pada dasarnya menyukai cerita. Ketika konsep sains dikemas dalam bentuk cerita yang menarik, mereka lebih mudah memahami sekaligus mengingat materi.

AI dapat membantu guru mempercepat penyusunan bahan ajar, namun kreativitas dan sentuhan pedagogis tetap berada di tangan guru," jelas Asmaul, dikutip Kamis (9/7/2026).

Sementara itu, Dekan FKIP Unusa Dr. Nafiah memperkenalkan pemanfaatan AI untuk membangun LMS dan media pembelajaran interaktif tanpa coding.

Guru dilatih membuat kelas digital, mengelola materi pembelajaran, tugas, kuis, hingga forum diskusi secara lebih mudah menggunakan platform berbasis AI dan LMS.

Menurut Nafiah, perkembangan AI menuntut guru menjadi pemimpin transformasi pembelajaran, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

Karena itu, penguasaan AI harus dibarengi kemampuan pedagogis agar pembelajaran tetap berpusat pada peserta didik.

>>> Jonathan Anderson 'Memahat' Masa Depan Dior Couture

Melalui pelatihan ini, Unusa berharap para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan berdampak, sekaligus menjadi agen transformasi digital di sekolah masing-masing tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis yang menjadi hakikat pendidikan.