Ia menambahkan hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan baru yang akan diumumkan kepada publik setelah proses pembahasan internal selesai.

>>> Pelatih Persib Buka Suara soal 11 Pemain Dipanggil Timnas Indonesia

BEI juga tetap yakin pasar modal Indonesia mampu mempertahankan status sebagai emerging market. Menurutnya, evaluasi dari penyedia indeks justru menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pasar.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat Bursa Efek Indonesia bertahan di emerging market dengan berbagai hal yang bisa kita lakukan," katanya.

Ia menilai pasar modal Indonesia memiliki fundamental yang kuat untuk terus berkembang.

BEI, kata dia, pernah mencatatkan nilai transaksi harian hingga sekitar US$2 miliar atau sekitar Rp34 triliun, sehingga potensi pertumbuhan masih terbuka.

"Kami percaya market kita bisa terus besar.

Berbagai hal yang sekarang menjadi concern kami ambil sebagai hal positif bahwa ini menjadi dasar untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Sebelumnya, S&P DJI memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) untuk kemungkinan perubahan klasifikasi pasar.

Dalam dokumen tinjauan klasifikasi negara 2026/2027, Indonesia berpotensi dipindahkan dari kategori emerging market menjadi special measures maupun frontier market apabila persoalan transparansi kepemilikan saham dinilai belum terselesaikan dalam periode evaluasi berikutnya.

>>> Barang Bukti Penggeledahan Rumah Sentul Tiba di Polda Metro Jaya

Isu serupa juga sebelumnya disoroti MSCI yang masih membekukan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks investable market serta kenaikan faktor inklusi saham (foreign inclusion factor).