BEI Siapkan Reformasi Lanjutan Pasar Modal Usai Peringatan S&P DJI
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah reformasi lanjutan pasar modal usai mendapat peringatan dari penyedia indeks global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI).
BEI juga menyatakan tetap optimistis Indonesia dapat mempertahankan status sebagai emerging market di tengah evaluasi yang dilakukan sejumlah penyedia indeks global.
>>> FinanceAsia 2026 Akui Akselerasi Bisnis Berkelanjutan Bank Mandiri
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan pihaknya akan segera berdiskusi dengan S&P DJI sebagaimana komunikasi yang selama ini dilakukan bersama MSCI dan FTSE Russell.
"Atas pengumuman S&P DJI pagi ini, kami akan berdiskusi dengan S&P sebagaimana kami berdiskusi dengan MSCI dan juga dengan FTSE selama ini," kata Irvan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7).
Ia menjelaskan BEI telah merealisasikan sejumlah agenda reformasi pasar modal, mulai dari penyampaian data klasifikasi investor secara lebih rinci, pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, penerapan ketentuan free float minimum 15 persen, hingga penerapan daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Meski demikian, BEI masih terus mengevaluasi berbagai kebijakan tersebut, termasuk metodologi HSC yang menjadi salah satu perhatian investor global.
"Kami masih terus melakukan review dan terus berkomunikasi dengan global index provider," ujarnya.
Menurut Irvan, reformasi tidak berhenti pada kebijakan yang telah diterapkan. Bursa tengah menyiapkan langkah tambahan setelah menghimpun masukan dari pelaku pasar.
BEI telah mengirimkan survei kepada anggota bursa untuk diteruskan kepada investor institusi, terutama investor asing, guna memperoleh masukan terkait kebijakan reformasi yang telah dijalankan maupun langkah lanjutan yang dinilai diperlukan.
"Dari hasil survei itu pastinya akan di-review bersama OJK dan SRO (Self-Regulatory Organization). Dari situ baru kita akan tentukan langkah apa lagi yang bisa kita lakukan," katanya.
Update Terbaru
Samsung Mulai Terima Pembaruan Google Play System Juli 2026
Kamis / 09-07-2026, 12:57 WIB
9 Negara Asia Tenggara dengan Kualitas Hidup Terbaik 2026
Kamis / 09-07-2026, 12:57 WIB
Jack Antonoff dan Margaret Qualley Pisah Jelang 3 Tahun Menikah
Kamis / 09-07-2026, 12:57 WIB
ChatGPT Voice Hadirkan GPT-Live dengan Percakapan Full-Duplex dan Dukungan GPT-5.5
Kamis / 09-07-2026, 12:56 WIB
REDMI Note 17 Pro Resmi: IP69K dan Baterai 9000mAh Dikonfirmasi
Kamis / 09-07-2026, 12:56 WIB
Tips Menaruh Ranjang di Kamar Menurut Feng Shui, Jangan Sampai Kaki Menghadap Pintu
Kamis / 09-07-2026, 12:56 WIB
Daftar Tanggal Hoki di Bulan Juli Menurut Kalender Feng Shui, Waktu Terbaik Datangkan Cuan
Kamis / 09-07-2026, 12:56 WIB
5 Rekomendasi Bedak Two Way Cake Murah untuk Pori-Pori Besar, Hasil Flawless Bebas Cakey
Kamis / 09-07-2026, 12:54 WIB
Changan Deepal S05 Buka Pemesanan, Tawarkan Teknologi REEV Rp500 Jutaan
Kamis / 09-07-2026, 12:53 WIB
Mabes TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah
Kamis / 09-07-2026, 12:53 WIB
Yamaha Aerox E Resmi Meluncur, Jarak Tempuh 117 Km Setara Jakarta-Cirebon
Kamis / 09-07-2026, 12:49 WIB
Pemerintah Siapkan Skema Cicil Utang Rp25,8 Triliun ke Taspen
Kamis / 09-07-2026, 12:48 WIB
Kekalahan AS dari Belgia Jadi Bahan Olok-Olok di KTT NATO
Kamis / 09-07-2026, 12:48 WIB
OJK Perluas Izin Usaha Dua Perusahaan Gadai Jadi Skala Nasional
Kamis / 09-07-2026, 12:44 WIB







